Bawa Potensi Kelautan dan Perikanan, Gubernur Suhardi Duka Temui Menteri KKP
JAKARTA--Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka melakoni audiensi dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono, di Jakarta, Kamis (23/07).
Pada kesempatan itu, Menteri Sakti Wahyu Trenggono menyatakan dukungannya kepada provinsi Sulawesi Barat. Dukungan yang dimaksud diantaranya 28 desa nelayan merah putih yang akan menjadi pusat pengembangan ekonomi masyarakat pesisir melalui peningkatan kapasitas nelayan, penguatan kelembagaan, serta penyediaan sarana dan prasarana pendukung.
Selain itu, Sulawesi Barat juga memperoleh alokasi 28 unit kapal perikanan berukuran 30 GT. Fasilitas yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas nelayan, memperluas jangkauan penangkapan ikan, serta meningkatkan pendapatan masyarakat nelayan.
Do sektor budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan akan mendukung revitalisasi tambak rakyat seluas 400 hektare guna meningkatkan produktivitas budidaya perikanan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat yang bergerak di bidang perikanan.
Tak hanya itu, pemerintah pusat juga akan mengembangkan program tambak desa air tawar di 50 desa non-pantai sebagai upaya memperluas pembangunan sektor perikanan budidaya hingga ke wilayah pedalaman. Program ini diharapkan mampu menciptakan sumber ekonomi baru sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis perikanan di tingkat desa.
Gubernur Suhardi Duka sendiri mengapresiasi komitmen dan perhatian Kementerian Kelautan dan Perikanan terhadap pembangunan sektor kelautan dan perikanan di Sulawesi Barat. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi langkah nyata dalam memperkuat potensi daerah sebagai salah satu wilayah yang memiliki sumber daya kelautan dan perikanan yang besar.
Pertemuan hari itu difasilitasi oleh Badan Penghubung Daerah Provinsi Sulawesi Barat. Percepatan pembangunan sektor kelautan dan perikanan di Sulawesi Barat melalui sejumlah program strategis yang akan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir dan pembudidaya ikan jadi tujuan utama agenda hari itu. (*/Naf)








