Lima Film Pendek Fiksi ACFFEST 2026 Terbaik; 'Promises' Salah Satunya
MAMUJU--Festival film tahunan dan ajang kreasi yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bertajuk ACFFEST 2026 (Anti-Corruption Film Festival) akhirnya melahirkan lima karya terbaik.
Kabar gembira bagi dunia sinematografi Sulawesi Barat, 'Promises', karya Pitu Sinema meraih prestasi gemilang dengan berjajar dengan empat karya terbaik lainnya dari berbagai daerah di Indonesia di ajang tahunan tersebut.
Dikutip dari pengumuman resmi yang ditayangkan di akun instgram @acffest.kpk, Jumat (10/07) malam, 'Promises' bersanding dengan empat film lainnya; 'Darmaji' produksi ARS University (Artgas Studio) Jawa Barat, 'Keluh Kesah Arwah' dari Insitut Kesenian Jakarta dan Akar Rumput Pictures asal DKI Jakarta, lalu ada 'Mencerdaskan Kehidupan Bangsa' produksi Institu Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung asal Jawa Barat, serta 'Selisih' produksi Banoto Imagine dari Kalimantan Barat.
Sadly Asis, direktur Pitu Sinema tak kuasa menyembunyikan rasa syukurnya untuk pencapaian itu. Menurutnya, prestasi itu tak lepas dari kolaborasi yang terbangun dengan banyak pihak, khususnya insan sinematografi yang ada di Sulawesi Barat.
"Teman-teman artis, kru, serta semua pihak yang telah banyak membantu hingga karya ini dapat lahir dan mendapat pengakuan di level nasional," tutur Sadly.
'Promises' sendiri adalah film pendek karya sineas lokal Mamuju yang diprakarsai oleh Pitu Sinema bekerja sama dengan Sakko Sakko Production. Film ini disutradarai oleh Feby Ilmiah dan menjadi bagian dari program Kelas Film Manakarra hasil inisiasi Pitu Sinema.
Terinspirasi langsung dari kehidupan dan realitas masyarakat lokal yang menyoroti dinamika orang tua yang sering kali memberikan janji kepada anak-anak mereka, namun tidak dapat memenuhinya karena terjebak dalam kesibukan rutinitas sehari-hari.
Menurut Sadly, Sukses yang diraih 'Promises' juga jadi kabar baik datang dari dunia perfilman khususnya di Sulawesi Barat. Sinematografi, sambung dia, kini bukan lagi hanya milik komunitas atau rumah produkses di kota-kota besar saja.
"Kini, sineas dari daerah juga dapat unjuk gigi. Bahwa keterbatasan fasilitas bukan lagi penghalang untuk menciptakan karya dengan visual berkualitas dan ide cerita yang menarik," pungkas Sadly Asis.
Dikutip dari acffest.com, ACFFEST merupakan ajang kreasi, eksibisi, dan forum diskusi yang digagas dan dikelola oleh Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK.
Tahun 2026 menjadi tahun ke-12 perayaan ACFFEST dengan mengangkat tema 'Dari Lensa, Integritas Terjaga!'. ACFFEST pertama kali digelar pada tahun 2013, dan program tahun ini masih mengusung harapan yang sama; mengajak partisipasi aktif dan kritis dari generasi muda Indonesia dengan menuangkan ide dalam bentuk audio-visual sebagai kontribusi dalam pemberantasan korupsi melalui kampanye nilai-nilai antikorupsi. (*/Naf)









