Nobar Piala Dunia 2026; Hati-Hati Aplikasi Palsu, Jaga Ketertiban
MAMUJU--"Piala dunia berlangsung beberapa hari terakhir, bisa saja menjadi kesempatan bagi oknum melakukan kejahatan di ruang digital, karena itu masyarakat dimbau berhati-hati,". Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kominfo Persandian dan Statistik (Kominfopers) Sulawesi Barat, Muhammad Ridwan Djafar.
Euforia piala dunia hendaknya tetap berada dala kondisi yang aman dan tertib. Ridwan mengingatkan seluruh lapisan masyarakat untuk tetap waspada saat mengakses siaran digital dan mematuhi aturan Nonton Bareng (Nobar).
Ridwan menegaskan, TVRI adalah oleh pemegang lisensi resmi has siar piala dunia tahun 2026. Untuk mengakses setiap laga melalui aplikasi atau platform digital, kata dia, penting untuk memastikan aplikasi yang diakses merupakan mitra atau kerjasama TVRI.
"Apalagi kalau sudah ada transaksi secara digital. Ini harus diwaspadai, pastikan aplikasinya itu betul Dan merupakan mitra TVRI. Hal ini penting untuk menghindari modus penipuan atau aplikasi ilegal yang merugikan penonton," tegas Ridwan .
Dia pun terus membangun koordinasi dengan TVRI, dalam mengisi euforia piala dunia tahun ini., DiskominfoSS Sulawesi Barat bekerjasama dengan TVRI senantiasa mensosialisasikan tata cara mengakses siaran piala dunia melalui situs resmi, termasuk aturan dalaml melaksanakan Nobar piala dunia.
"Menindaklanjuti arahan Gubernur Suhardi Duka, melalui dinas KominfoSS Sulbar berkomitmen agar pemerintah hadir dalam melayani aspirasi masyarakat, salah satunya dengan mensosialisasikan kanal resmi untuk menonton piala dunia," beber dia.
Tak hanya soal siaran digital, euforia Piala Dunia biasanya identik dengan tradisi kumpul bersama. Termasuk terkait pelaksanaan Nobar, Ridwan mengajak masyarakat agar mematuhi aturan dalam pelakksan Nobar. Langkah ini diharapkan dapat menjaga ketertiban umum sekaligus menghormati regulasi hak siar yang berlaku selama turnamen berlangsung. (*/Naf)









