Humaniora

Sosok Santri Menurut Syamsul Samad; Public Speaking yang bagus serta Argumentasi yang Kuat

Wacana.info
(Foto/Istimewa)

POLMAN--Ketua Komisi I DPRD Sulawesi Barat, Syamsul Samad punya kesimpulan sendiri tentang kualitas lepasan pondok pesantren. Itu ia sampaikan saat menghadiri penamatan siswa-siswi MI, MTs, dan MA pondok pesantren Nuhiyah Pambusuang belum lama ini.

Pada kesempatan itu, Syamsul Samad memberi motivasi sekaligus refleksi tentang dunia pesantren, pendidikan, serta nilai luhur di balik sikap menghormati guru.

Menjalani pendidikan di lingkungan pesantren jadi salah satu hal yang hendak ia lakukan jika waktu bisa diputar kembali. Sebab menurutnya, tidak semua anak diberi keberkahan takdir untuk hidup di lingkungan pondok pesantren.

Bagi Syamsul Samad, pesantren Nuhiyah Pambusuang memiliki peran besar dalam membentuk karakter, kemampuan berpikir, serta pemahaman keagamaan para santri melalui tradisi belajar kitab kuning dan pendidikan karakter yang kuat. Apresiasi juga ia samapaikan kepada sejumlah alumni yang sukses di berbagai bidang, mulai dari organisasi kemasyarakatan, akademik, hingga pemerintahan.

“Mereka memiliki kemampuan public speaking yang bagus dan argumentasi yang kuat. Itu ciri khas anak-anak pesantren,” tutur Syamsul Samad, pria yang juga ketua KONI Sulawesi Barat itu.

Tak ada alasan untuk tak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Itu ditegas Syamsul Samad sekaligus sebagai motivasi kepada para alumni untuk terus melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.

“Pemerintah, swasta, hingga perguruan tinggi di seluruh dunia banyak menyediakan beasiswa,” kata dia.

Sebagai bentuk dukungan terhadap dunia pendidikan khususnya di pesantren Nuhiyah Pambusuang, Syamsul Samad menegaskan kesiapannya untuk menanggung biaya kuliah kepada satu orang alumni yang direkomendasikan pihak pesantren, dengan catatan yang bersangkutan tak mendapatkan akses beasiswa lain.

“Kalau ada yang tidak lulus beasiswa pemerintah dan tidak mendapatkan beasiswa lain, satu orang alumni akan saya tanggung biaya kuliahnya sampai selesai,” ungkapnya.

Bantuan sebesar Rp 10 Juta setiap tahun bagi pesantren Nuhiyah Pambusuang juga jadi bagian penting yang dijanjikan oleh politisi asal Partai Demokrat itu. (*/Naf)