Merawat Sinergitas, Pimpinan DPRD Silaturrahmi dengan Gubernur Sulbar
MAMUJU—Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Barat menginisiasi pertemuan dengan Gubernur Suhardi Duka. Pertemuan berbalut silaturrahmi itu digelar di ruang kerja gubernur, Rabu (30/04) siang.
Ketua DPRD Sulawesi Barat, Amalia Fitri Aras, bersama Wakil Ketua DPRD, Munandar Wijaya hadir pada agenda tersebut. Turut mendampingi Sekretaris DPRD Sulawesi Barat, Arianto.
Agenda itu juga jadi momentum dalam memperkuat hubungan kelembagaan antara DPRD sebagai unsur legislatif dan gubernur sebagai pihak eksekutif.
Keduanya pun sama-sama menegaskan pentingnya sinergi yang kuat antara eksekutif dan legislatif. Khususnya di tingkat pemerintah daerah dalam mendukung dan menyukseskan program-program pemerintah pusat. Utamanya agenda Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo–Gibran melalui program Asta Cita.
Ketua DPRD Sulawesi Barat, Amalia Fitri Aras menyebut, pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam memastikan program pusat dapat berjalan optimal di daerah.
“DPRD bersama pemerintah provinsi harus saling mendukung, baik dalam penganggaran, pengawasan, maupun penyusunan kebijakan, agar program-program nasional, termasuk Asta Cita, benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Amalia.
Ia menekankan, pemerintah daerah perlu aktif memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa program pemerintah pusat merupakan langkah konkret untuk meningkatkan taraf hidup rakyat, memperkuat ekonomi, serta mendorong percepatan pengentasan kemiskinan.
Dalam pertemuan tersebut, juga disampaikan bahwa presiden senantiasa mengharapkan agar seluruh program yang dianggarkan melalui APBD difokuskan pada program-program yang pro-rakyat dan berdampak langsung bagi masyarakat.
"Sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan, khususnya dalam peningkatan kesejahteraan dan pengurangan kemiskinan," sambung politisi Partai Golkar itu.
Berkurangnya alokasi anggaran pusat yang ditransfer ke daerah juga jadi poin yang dibahas. Menyikapi hal tersebut, DPRD mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk lebih selektif dan adaptif dalam menyusun program, dengan memprioritaskan kebutuhan paling mendasar masyarakat.
DPRD Sulawesi Barat juga menekankan kepada seluruh pemangku kepentingan untuk berpacu dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai langkah strategis menjaga kemandirian fiskal daerah.
"Optimalisasi potensi daerah, peningkatan kinerja sektor-sektor unggulan, serta inovasi dalam pengelolaan pendapatan menjadi kunci dalam memperkuat kapasitas keuangan daerah di tengah tantangan keterbatasan anggaran," tutup Amalia.
Gubernur Suhardi Duka sendiri menyambut baik komitmen DPRD dalam memperkuat kolaborasi. Ia menegaskan bahwa implementasi Asta Cita di daerah membutuhkan kerja sama yang solid antara legislatif dan eksekutif, agar setiap program dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Selain mempererat silaturahmi, pertemuan ini juga membahas sejumlah isu prioritas daerah, seperti penguatan sektor ekonomi, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta percepatan pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah Sulawesi Barat.
Pertemuan seperti ini juga disebut akan terus diagendakan secara rutin sebagai bagian dari upaya menjaga dan memperkuat sinergitas antara eksekutif dan legislatif dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan daerah.
Agenda semacam itu diharapkan mampu berefek pada kolaborasi yang semakin solid dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Sekaligus memastikan program-program pemerintah pusat, khususnya Asta Cita, dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (*/Naf)








