Antusiasme Publik, Pertanda Baik bagi Geliat Kesenian di Mamuju
MAMUJU--Pameran kesenian dan kebudayaan bertajuk 'Liminal Dots' telah berakhir. Melihat tingginya antusiasme pengunjung selama pameran digelar, tak berlebihan jika menyebut dunia kesenian dan kebudayaan di Mamuju punya masa depan yang cukup cerah.
Inisiator Liminal Dots, Muhammad Aswad Atjo menilai, selama empat hari pelaksanaan event, ada ratusan pengunjung yang silih berganti. Menyaksikan sejumlah karya seni lintas genre yang dipamerkan di Liminal Dots.
"Yang sempat tercatat itu mencapai 300 lebih. Angka yang jujur di luar ekspektasi kami," beber Muhammad Aswad Atjo, Senin (27/04).
Liminal Dots hadir dengan format baru. Menggabungkan berbagai jenis karya yang diolah dan diproduksi oleh sejumlah seniman, baik lokal maupun dari luar kota. Sebagai satu event baru, antusiasme yang besar dari publik jelas jadi satu indikator tentang masa depan yang cerah untuk dunia kesenian dan kebudayaan di Mamuju.
"Itu juga membuktikan bahwa seni bukan lagi sekadar konsumsi kelompok eksklusif. Ia telah menjadi sarana edukasi, rekreasi, dan gaya hidup bagi sejumlah kalangan. Semoga di event tahun depan, kami bisa menghadirkan pameran dengan skala yang lebih besar lagi," tutup Muhammad Aswad Atjo.
Seperti diketahui, Liminal Dots merupakan event seni dan budaya yang diinisiasi oleh komunitas kesenian Mamuju Pitu Sinema bersama Bunyi Cicak. Menghadirkan sederet karya dari sejumlah seniman dari latar belakang kesenian yang berbeda.
Secara umum, Liminal Dots merekam dua segmen utama yang membentuk wajah Mamuju hari ini; Pesisir dan pegunungan dalam bentuk karya seni. Dua segmen yang memberi warna utama serta karakteristik primer terhadap pola pergaulan sosial masyarakat Mamuju hari ini.
Sebuah komposisi menarik untuk dijadikan pijakan utama dalam upaya menjaga nilai kebudayaan sekaligus implementasinya dalam kehidupan sehari-hari.
Event tersebut, jadi salah satu cara untuk dapat memahami serta membaca Mamuju lewat kisah-kisah (budaya oral) dua tradisi dan kebudayaan yang merepresentasikan geografis Mamuju; pesisir dan gunung. (*/Naf)









