Humaniora

Nehru Sagena: Jangan Sekadar Menggugurkan Kewajiban

Wacana.info
(Foto/Dinas Kominfo, Persandian dan Statistik)

POLMAN--Institut Hasan Sulur (IHS) menginisiasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) 'berdampak' tahun 2026. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Nehru Sagena menghadiri sekaligus membuka secara kegiatan tersebut, Rabu (21/01).

Pada kesempatan itu, Nehru mengajak mahasiswa KKN IHS mengambil peran aktif dalam menangani Anak Tidak Sekolah (ATS). Dalam sambutannya, Nehru Sagena menjelaskan, KKN mengemban misi khusus yang sejalan dengan program prioritas Gubernur Suhardi Duka bersama Wakil Gubernur, Salim S Mengga yakni pengentasan ATS serta target wajib belajar 13 tahun; satu tahun pendidikan prasekolah hingga jenjang menengah atas.

Nehru pun mengajak seluruh mahasiswa yang terlibat untuk menumbuhkan empati dengan menyadari bahwa masih banyak anak di Sulawesi Barat, khususnya di Kabupaten Polman yang tak memiliki kesempatan pendidikan yang sama.

"Fokus utama para mahasiswa nantinya adalah melakukan rekonfirmasi dan validasi data ATS secara langsung di dua lokasi, yaitu Desa Laliko di Kecamatan Campalagian dan Kelurahan Takatidung di Kecamatan Polewali," beber Nehru Sagena.

Nehru Sagena mengajak para mahasiswa untuk tidak sekadar menggugurkan kewajiban SKS. Melainkan benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat. Ia mengingatkan bahwa banyak anak-anak di Polman yang tidak seberuntung para mahasiswa dalam mengecap pendidikan.

"KKN ini disebut KKN Berdampak. Artinya, kehadiran anda harus berpengaruh bagi masyarakat dan daerah. Kita ingin memastikan tidak ada lagi anak usia sekolah (7-25 tahun) yang berada di luar sistem pendidikan," ujarnya.

Lewat kegiatan itu, Nehru Sagena memberikan penjelasan mendalam tentang kategori ATS yang harus diidentifikasi. Dari kelompok drop out atau putus sekolah, Lulus Tidak Melanjutkan (LTM), hingga mereka yang sama sekali belum pernah mengenyam pendidikan formal maupun non-formal.

"Para mahasiswa akan dibekali instrumen berupa form rekonfirmasi data khusus serta akun operator desa untuk memastikan data sekunder yang dimiliki oleh pemerintah sesuai dengan fakta di lapangan," tutur Nehru Sagena.

Kegiatan pembukaan sekaligus pembekalan hari itu turut dihadiri oleh Rektor IHS, Agusnia Hasan Sulur, beserta jajaran civitas akademika lainnya yang berkomitmen mendukung penuh penuntasan masalah ATS di daerah ini.

Kerja sama ini diharapkan mampu menghasilkan data yang akurat demi efektivitas intervensi kebijakan pendidikan di Sulbar, sehingga kehadiran mahasiswa KKN IHS benar-benar memberikan dampak nyata dalam mengembalikan anak-anak kembali ke bangku sekolah. (*/Naf)