RSUD Mamuju Jadi Percontohan Pos Rujukan Stunting, Akan Diterapkan di Seluruh Kabupaten
MAMUJU–Sekretaris Daerah Sulawesi Barat, Junda Maulana memimpin Rakor rencana penyediaan pos rujukan penanganan stunting di RSUD Mamuju. Rakor tersebut digelar di ruang rapat Sekretaris Daerah, Lantai 2 Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Rabu (03/12).
Rakor ini dihadiri oleh perwakilan BKKBN Sulbar, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Sulbar, Direktur RSUD Mamuju, Tim Pastipadu Sulbar, Tim Koordinasi Taki Asuh Stunting Mamuju, serta Tim Pos Rujukan Penanganan Stunting RSUD Mamuju.
Di kesempatan itu, dibahas pembentukan pusat layanan khusus yang akan menjadi titik rujukan penanganan anak-anak dengan kondisi stunting.
“Apa yang kita bahas adalah membangun sebuah pusat layanan, semacam unit care stunting, yang menjadi tempat untuk melayani dan menangani anak-anak stunting,” terang Junda Maulana.
Langkah tersebut, sambung dia, merupakan terobosan penting dalam memperkuat layanan kesehatan berbasis rujukan, khususnya bagi anak yang telah teridentifikasi mengalami stunting dan memerlukan penanganan medis lebih lanjut.
Masih oleh dia, upaya penanggulangan stunting di Sulawesi Barat selama ini fokus pada pendekatan pencegahan. Meski faktanya masih banyak anak yang sudah telanjur mengalami stunting dan membutuhkan perawatan langsung.
“Dalam pencegahan itu, ada anak-anak yang sudah terkena stunting. Mereka membutuhkan perawatan. Inilah ruang yang kita siapkan, agar mereka bisa dirujuk dan mendapat penanganan,” jelasnya.
Untuk tahap awal, Kabupaten Mamuju ditetapkan sebagai lokasi pilot project. Direktur RSUD Mamuju telah menyiapkan fasilitas dan layanan untuk menjadi pusat rujukan stunting.
“Sebetulnya layanan ini sudah berjalan. Tinggal bagaimana kita mengemasnya sebagai pusat layanan yang utuh. Jika berhasil, dan Insyaallah kita launching tanggal 22 (Desember) nanti, maka ini akan kita replikasi ke kabupaten-kabupaten lain,” kata Sekda Junda Maulana.
pemerintah daerah bakal memberikan dukungan kepada kabupaten lain agar dapat menyiapkan layanan serupa di rumah sakit masing-masing.
Hadirnya pos rujukan penanganan stunting di RSUD Mamuju, penanganan kasus stunting diharapkan dapat dilakukan lebih cepat, terukur, dan terkoordinasi.
“Ini langkah baik dalam penanggulangan stunting di Sulbar. Dengan rujukan langsung ke rumah sakit, penanganan akan lebih dekat dan lebih efektif,” tutup Junda Maulana. (*/Naf)









