Restu NasDem untuk Petahana, Harul Malik: Mari Bertarung Ide

Wacana.info
Muhammad Jayadi dan Hajrul Malik. (Foto/Istimewa)

MAMUJU--Bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Mamuju, Habsi Wahid-Irwan Pababari resmi memperoleh rekomendasi dari DPP NasDem. Rekomendasi yang diterbitkan DPP NasDem di Jakarta 27 Februari 2020 itu ditandatangani Wakil Ketua Umum partai NasDem, Ahmad H M. Ali dan Koordinator Pemenangan Pemilu partai NasDem, Prananda Surya Paloh.

Sejumlah poin yang bersifat perintah partai NasDem juga dimuat dalam rekomendasi tersebut. Hal itu bikin lembar rekomendasi bernomor 068-SI/RP/DPP-NasDem/II/2020 itu belum bisa dijadikan alasan kuat bagi pasangan Habsi-Irwan untuk menggunakannya mendaftar ke KPU.

Itu juga yang diakui oleh Sekretaris DPW NasDem Sulawesi Barat, Muhammad Jayadi. Kepada WACANA.Info, Jayadi menegasakan, meski 'hanya' diteken oleh Wakil Ketua Umum dan Koordinator Pemenangan Pemilu, rekomendasi tersebut tetap menjadi pegangan kuat bagi Habsi-Irwan khususnya bagi kader NasDem untuk bersama-sama memenangkan Habsi-Irwan di Pemilukada Mamuju tahun ini.

"Itu ditandatangani oleh Waketum dan Bapilu DPP NasDem. Itu prinsipnya adalah di internal NasDem ini sudah solid mendukung Habsi-Irwan. Kepada seluruh kader NasDem, rekomendasi ini adalah isyarat untuk kita agar tetap solid dalam mendukung pasagan ini. Karena itu adalah perintah partai," beber Jayadi, Jumat (13/03).

Rekomendasi NasDem untuk Habsi-Irwan. (Foto/Istimewa)

Beberapa poin penting yang bersifat perintah termuat dalam rekomendasi NasDem tersebut diantaranya memerintahkan DPD NasDem Mamuju untuk bersama-sama bakal calon yang dimaksud (Habsi-Irwan) melakukan komunikasi politik dengan partai-partai lain guna mencari dukungan untuk memenuhi persyaratan pencalonan ke KPU dan melakukan konsolidasi internal guna mendukung pencalonan.

Kepada calon yang direkomendasikan, DPP NasDem juga mewajibkan untuk memenuhi perasyaratan pencaonan ke KPU Mamuju sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan melaporkan hasilnya kepada DPP NasDem paling lambat 14 hari sebelum dibukanya masa pendaftaran pencalonan Pemilukada.

"Ini kan ada tahapan (Pilkada). Ada beberapa poin di rekomendasi itu yang meminta Habsi-Irwan dan Nasdem di daerah untuk berkonsolidasi dan membangun koalisi. Dan nantinya sebagai sebuah persyaratan di KPU, Insya Allah di bulan Juni itu akan dikeluarkan SK di NasDem dan itu akan ditandangatangani oleh Ketum dan Sekjen," sambung Jayadi yang juga legislator Sulawesi Barat itu.

Jayadi menegeskan, pasangan Habsi-Irwan yang termuat dalam rekomendasi DPP NasDem tersebut akan tetap sama dengan apa yang akan diterbitkan partai besutan Surya Paloh itu di lembar SK nantinya. Jayadi bahkan menggaransinya.

"Pak Habsi itu sudah diberi penghargaan oleh DPP NasDem atas prestasi di Pileg kemarin. Keputusan tersebut di semua tingkatan samapi ke pusat itu sidah final. Saya kira itu tidak akan berubah lagi, karena itu sudah melalui berbagai tahapan yang berlaku di NasDem. DPP juga sudah memberi persertujuan atas apa yang kami lakukan terkait usulan dari kabupaen, termasuk dengan hasil pleno di DPW yang telah mendapatkan persetujuan DPP. Saya kira tidak akan berubah lagi. Ini semua adalah bagian dari tahapan untuk kemudian diterbitkannya SK DPP NasDem," pungkas Muhammad Jayadi.

Wajar Bila NasDem ke Petahana

Partai NasDem yang akhirnya memberi restu pada pencalonan Habsi Wahid dan Irwan Pababari di Pemilukada Mamuju adalah hal yang wajar. Bukan hal yang luar biasa jika partai restorasi itu berlabuh ke Habsi-Irwan.

Ketua DPW partai Gelora Sulawesi Barat, Hajrul Malik menilai, keputusan NasDem tersebut memang telah diprediksi jauh hari sebelumnya. Ia pun optimis, restu dari partai peraih kursi sembilan kursi di DPRD Mamuju itu tak berpengaruh pada desain kemenangan yang telah disusun Hajrul bersama bakal calon Bupati Mamuju, Siti Sutina Suhardi.

"Rekomendasi NasDem untuk Habsi-Irwan itu sesuatu yang niscaya. Memang harusnya seperti itu. Yang luar biasa itu kalau NasDem tidak merekomendasikan Pak Habsi," sebut Hajrul Malik via sambungan telepon.

Bagi Hajrul dan gerbong pemenangan Siti Sutinah Suhardi, rekomendasi NasDem ke Habsi-Irwan tersebut justru akan dijadikan pelecut semangat dalam memenangkan kontestasi Pemilukada Mamuju yang akan digelar 23 September 2020.

"Apa yang dicapai oleh petahana hari ini, itu tidak merubah peta kami dalam medesain kemenangan bagi pencalonan Sutinah. Jadi bagi kita, rekomendasi NasDem ke petahana itu bukan kejadian luar biasa," sambung pria yang juga ketua relawan Mamuju keren itu.

Poin penting yang menurut Hajrul perlu untuk terus diseruakan di tengah panasnya isu Pemilukada Mamuju saat ini adalah bagaiaman agar para kontestan calon Kepala Daerah bisa bertarung dengan tetap mengedepankan etika. Fokus pada pertarungan ide, bukan justru saling menyudutkan satu sama lain.

"Kami berharap, Pilkada ini kita bertarung ide. Bukan pertarungan ambisius merebut kekuasaan dengan aksi saling menyudutkan," begitu kata Hajrul Malik. (Naf/A)