Bahas Ranperda Pengarusutamaan Gender, DPRD Sulbar Belajar ke Provinsi Tetangga

MAKASSAR--Provinsi Sulawesi Selatan jadi tempat menimba ilmu para anggota DPRD Sulawesi Barat yang tergabung dalam Pansus Ranperda pengarusutamaan gender. Sejumlah alasan di balik pemilihan provinsi tetangga itu sebagai lokasi studi banding.
Ketua DPRD Sulawesi Barat, Suraidah Suhardi menjelaskan, pemilihan Sulawesi Selatan tersebut dilatarbelakangi oleh fakta bahwa provinsi Sulawesi Selatan yang sudah mendapat banyak apresiasi dan penghargaan atas keberhasilannya mengawal dan mengimplementasikan isu gender.
"Apalagi, Sulawesi Selatan ini jadi daerah rujukan dalam isu pengarusutamaan gender untuk kawasan Indonesia timur," ujar Suraidah Suhardi dalam keterangan persnya, Kamis (27/02).
Selain bertandang ke Dinas Pemberdayaan Perempuan provinsi Sulawesi Selatan, Pansus Ranperda pengarusutamaan gender beserta rombongan juga berkesempatan berkunjung ke Puspa.
"Puspa ini salah satu NGO yang memang konsen terhadap isu-isu gender," beber Suraidah Suhardi.
Ranperda pengarusutamaan gender, merupakan satu dari 15 Ranperda yang ditarget dapat menjadi Perda di tahun 2020 ini. DPRD Sulawesi Barat akhir 2019 lalu memang menetapkan 15 Ranperda yang diupayakan pembahasannya tuntas tahun 2020.
Data yang dihimpun WACANA.Info, 15 Ranperda tersebut terdiri dari tujuh merupakan inisatif DPRD dan delapan lainnya usulan pemerintah provinsi Sulawesi Barat. (*/Naf)