SDK: Yang Saya Tahu, Pak Ramlan Masih Ketua DPC Demokrat Mamasa
MAMUJU--Isu hengkangnya Ramlan Badawi dari kursi ketua DPC Demokrat kabupaten Mamasa berhembus kian kencang. Hampir di semua media, isu tersebut dimuat dengan beragam sudut pandang.
Ketua DPD Demokrat Sulawesi Barat, Suhardi Duka pun ikut mengomentari wacana Ramlan yang dikabarkan segera berganti almamater politik itu. Pria yang akrab disapa SDK itu mengaku, sampai detik ini, kursi ketua DPC Demokrat Mamasa masih diduduki oleh Ramlan Badawi.
"Yang saya tahu, Pak Ramlan itu masih Ketua DPC (Demokrat Mamasa)," ujar SDK kepada WACANA.Info, Minggu (21/10).
Tentang kabar bakal hengkangnya Bupati Mamasa itu dari 'bintang mercy', SDK menilai ada peran mantan Gubernur Sulawesi Barat, Anwar Adnan Saleh dalam proses kepindahan Ramlan tersebut.
Bupati Mamuju dua periode itu menjelaskan, Anwar dengan berbagai cara berupaya untuk menarik Ramlan agar sudi bergabung ke gerbong NasDem, partai yang menjadi pelabuhan politik bagi Anwar Adnan Saleh pasca tak berseragam Golkar lagi.
"Ahirnya Pak Ramlan mungkin akan lebih memilih menjadi pembina politik di Mamasa. Mengingat waktu Pilbub kemarin banyak partai yang berjuang, bukan hanya partai Demokrat saja," urai SDK.
Bagi SDK, adalah hal yang bisa ia terima jika Ramlan Badawi lebih memilih untuk memposisikan diri sebagai pembina partai di kabupaten Mamasa, meski dengan memilih untuk meninggalkan posisinya di kursi ketua DPC Demokrat Mamasa.
"Tapi Kalau Pak Ramlan juga mau pindah ke Nasdem dengan pertimbangan ingin mengamankan diri, saya juga 'no problem'. Karena pilihan politik itu adalah azasi," pungkas SDK.
Sebelumnya diberitakan, Ramlan Badawi memang telah mengisyaratkan untuk menanggalkan posisinya di partai Demokrat pasca Pemilukada yang kembali telah mendudukkannya di kursi Bupati Mamasa.
"Sampai hari ini saya masih Ketua DPC partai Demokrat. Belum kemana-mana," kata Ramlan seperti dikutip dari Media Ekspres.
"Sepuluh partai pengusung saya saat Pilbup baru-baru ini tidak ada yang akan saya istimewakan. Saya harus netral," begitu kata Ramlan Badawi. (*/Naf)









