Pasca Banjir, PMII Demo DPRD Mamuju
MAMUJU--Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Mamuju berunjuk rasa di gedung DPRD kabupaten Mamuju, Senin (2/04). Para demonstran juga turut didampingi oleh para korban banjir bandang Mamuju.
Aksi tersebut dipimpin langsung Ketua umum PMII cabang Mamuju, Rusdi Nurhadi dan koordinator lapangan Irwan Ade Saputra. Mereka bersama sejumlah peserta aksi lainnya diterima oleh Ketua DPRD Mamuju, Suraida Suhardi, Wakil Ketua DPRD, Sugianto dan salah seorang anggota DPRD. Mamuju lainnya.
Aksi tersebut merupakan bentuk desakan mahasiswa untuk mempertanyakan hak-hak para korban banjir yang sampai hari ini belum disalurkan oleh pihak pemerintah.
Para pengunjuk rasa juga menuntut kejelasan hukum, menertibkan rumah di kawasan bantaran sungai, memperbaiki sistem drainase, menuntut Bupati Mamuju serius mewujudkan Mamuju Mapaccing, serta menata Daerah Aliran Sungai (DAS), memperjelas Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) dan menolak keras penanaman Sawit di dalam Kota Mamaju.
"Apa yang saudara-saudara sampai itu adalah fakta dan tidak ada yang tidak bisa kami bantah. Kami akan segera memanggil OPD yang bersangkutan, dan saudara bisa monitor apakah mereka hadir atau tidak," tegas Sugianto di hadapan para pengunjuk rasa.
Terkait sumbangan Menteri Puan Maharani yang disalurkan saat melakukan kunjungan kerja ke Mamuju yang dipertanyakan masyarakat, lembaga legislatif kabupateb Mamuju itu mengaku akan akan mempertanyakan sampai di mana anggaran tersebut.
"Kita akan pertanyakan hal itu. Jangan terlalu lama disimpan karena rakyat sudah memdesak untuk menggunakan bantuan itu," sambung politidi Golkar itu.
Tentang Ranpaerda RTRW, Sugianto menyebut, saat ini posisinya sudah finalisasi di DPRD Mamuju. Sekarang sudah ada di meja OPD yang terkait dalam hal ini Bappeda dan PUPR.
"Kami akan tetap peduli dan tidak akan menutup mata terkait tuntutan saudara-saudara. Kami juga sampaikan terima kasih kepada rakyat yang masih mempercayai kami untuk menjadi wakil menyampaikan kebutuhan saudara-saudara," tutup Sugianto.
Sementara itu, Suraidah mengatakan, pihaknya akan menindak lanjuti tuntutan para mahasiswa dan korban banjir sesegera mungkin.
"Sore ini kami di DPRD akan memanggil OPD yang terkait. Karena yang punya tugas itu dari tuntutan mereka adalah OPD," tuturnya.
Suraidah juga menyesalkan pihak OPD yang mengeluarkan kata-kata yang tidak seharusnya dikekuarkan, sebagaimana yang dilaporkan masyarakat bahwa hanya akan mengangkut sampah yang tampak di depan mata.
"Kami akan mengkonfrontir apa yang disampaikan kepada masyarakat, bahwa hanya sampah yang terlihat yang dibersihkan. Sementara justru sampah yang tidak terlihat itu menyebabkan banjir," tutur Suraida Suhardi. (*/Naf)









