‘Pemimpin Harus Jadi Teladan Perdamaian‘

Wacana.info
Nur Salim Ismail. (Foto/Facebook)

MAMUJU--Apa yang diungkap Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Enny Anggraeni Anwar tentang tidak dilibatkannya ia pada pembahasan dan penyusunan dokumen RPJMD nyatanya melecut beragam komentar publik. 

Ada yang menilai, seharusnya dokumen RPJMD juga memuat ide dan pokok pikiran Wakil Gubernur. Ada juga yang menyebut, tak etis jika Enny mengumbar persoalan hubungan kerjanya dengan Gubernur Ali Baal Masdar di hadapan publik.

Direktur Eksekutif Esensi Sulawesi Barat, Nur Salim Ismail punya pandangan tersendiri soal persoalan di atas. Menurutnya, Gubernur dan Wakil Gubernur hendaknya mempertontonkan keharmonisan dalam memimpin halannya pemerintahan.

"Pemimpin harus jadi teladan perdamaian. Rakyat kini sedang menanti karya yang dijanjikan selama ini. Tapi kalau belum apa apa sudah merasa ditinggalkan, itu berarti roda pemerintahan bakal terganggu juga," urai Nur Salim Ismail, Senin (04/12).

Diberitakan sebelumnya, di forum paripurna DPRD Sulawesi Barat dengan agenda pengesahan Ranperda RPJMD belum lama ini, Enny mengungkap bahwa dirinya sama sekali tidak dilibatkan dalam pembahasan dan penyusunan dokumen RPJMD.

Apa yang dibuka oleh Enny di atas nyatanya kian menguatkan dugaan publik terkait pasang surut hubungan kerja antara Gubernur, Ali Baal Masdar dengan Wakil Gubernur, Enny Anggraeni Anwar.

"Kinerja bawahan akan terseret arus kepentingan yang mulai saling berjalan sendiri-sendiri," sambung Nur Salim.

Jika memang benar bahwa kini antara Ali Baal Masdar dengan Enny Anggraeni sedang kurang harmonis, Nur Salim menyebut, kondisi seperti itu hanya akan menempatkan rakyat Sulawesi Barat ke posisi yang paling dirugikan.

"Pemimpin terbelah, rakyat terpecah. Itu masalahnya," pungkas Nur Salim Ismail. (Naf/A)