Debat Publik Pilkada Polman Putaran Terakhir

Membandingkan Salim S Mengga dengan Andi Ibrahim Masdar untuk Isu Pemberdayaan Perempuan

Wacana.info
Pelaksanaan Debat Publik Pemilukada Polman Putaran Terakhir. (Foto/Manaf Harmay)

POLMAN--Pemberdayaan perempuan jadi salah satu isu utama pada debat publik Pemilukada Polman putaran terakhir yang digelar KPU Polman, Selasa (19/06). 

Kedua pasangan calon; Salim S Mengga-Marwan dan Andi Ibrahim Masdar-Muhammad Natsir Rahmat pun diberi pertanyaan seragam seputar langkah kongkrit yang akan diambil untuk memaksimalkan peran perempuan dalam keikutsertaannya dalam proses pembangunan di kabupaten Polman.

Calon Bupati nomor urut 2, Andi Ibrahim Masdar diberi kesempatan pertama untuk memaparkan strategi dan langkah yang akan diambil terkait isu di atas. Menurutnya, sejumlah program terkait pemberdayaan perempuan sesungguhnya telah ia lakukan di periode pertama pemerintahan Polman yang ia pimpin.

"Kita akan memberikan keterampilan khusus bagi para ibu rumah tangga, memberikan bantuan KUBE (Kelompok Usaha Bersama) khusus untuk ibu rumah tangga, termasuk melanjutkan program (AIM) Ayo Ikut Menanam, pemanfaatan lahan pekaranagn rumah dan sekolah. Kita juga akan memberikan 50 persen untuk kaum perempuan dari rencana kita mencetak 10 Ribu wirausaha baru. Termasuk peningkatan program PKK," urai Andi Ibrahim Masdar menjawab pertayaan tim panelis yang dibacakan moderator debat publik, Yundini Husni Djamaluddin.

Menjawab pertanyaan yang sama, calon Bupati Polman nomor urut 1, Salim S Mengga menyebut, pemerintah hendaknya melakukan langkah identifikasi masalah terhadap kaum perempuan terlebih dahulu, sebelum melakukan rentetan rencana kerja bagi 'kamu hawa' khususnya di Polman.

"Berdasarkan data dari BPS tahun 2017, sebanyak 1359 perempuan di Polman hanya tamatan Sekolah Dasar. Kaum perempuan masih belum setara dengan laki-laki di Polman ini. Ke depan, kita akan memberikan kesempatan secara adil kepada perempuan untuk berkiprah di berbagai bidang, politik, ekonomi dan pemerintahan. Angka kematian ibu dan anak yang cukup tinggi  di Polman ini juga mengharuskan pemerintah untuk memberikan jaminan kesehatan terbaik khususnya bagi kaum perempuan," terang Salim S Mengga.

Selain isu pemberdayaan perempuan, debat publik Pemilukada Polman putaran terakhir hari itu juga mengangkat sejumlah isu lain. Diantaranya, pemberantasan korupsi, Narkoba, tenaga kerja, pendidikan, teknologi informasi, lingkungan hidup, disabilitas, kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga.

Saat ini, KPU Polman sedang mematangkan rencana untuk mendistribusikan logistik untuk keperluan Pemilukada. Pelaksanaan Pemilukada Polman sendiri bakal digelar pada Rabu 27 Juni 2018. (Naf/A)