DPRD pun Belum Tahu Sebab Musabab Belasan Dokter Spesialis Pilih Mundur

Wacana.info
Ilustrasi. (Foto/Net)

MAMUJU--DPRD Sulawesi Barat belum menerima informasi secara pasti perihal keputusan mundur dari belasan dokter spesialis yang ada di RSUD regional Sulawesi Barat. 

Ketua Komisi IV DPRD Sulawesi Barat, Arman Salimin mengaku hingga kini masih mencoba untuk meminta detai informasi ke komite medik di RSUD regoinal Sulawesi Barat.

"Saya hubungi komite medik, tapi memang sampai sekarang belum pernah tersambung. Kalau dengan direktur RSUD, itu sudah saya bicara langsung. Menurut Pak direktur, semua yang dulunya pernah dituntut oleh para dokter itu sudah dipenuhi. Mulai dari fasilitas penunjang pelayanan kesehatan, serta obat habis pakai, kalau menurut versi direktur RSUD regional itu sudah terpenuhi," kata Arman Salimin, Senin (11/12).

Kepada WACANA.Info, Arman berharap, para dokter spesialis bisa lebih bersabar lagi terhadap mekanisme transisi yang kini sedang dilakukan di RSUD regional Sulawesi Barat. Menurut Arman, saat ini RSUD sedang dalam masa transisi menuju Badan Layanan Umum Daerah sesuai dengan aturan dan mekanisme yang berlaku.

"Ibarat rumah. Saat ini pihak RSUD sedang bersih-bersih untuk menempati rumah baru. Jadi, kami tentu berharap agar para dokter itu bisa lebih bersabar lagi," kata Arman.

DPRD pun setuju-setuju saja jika pada akhirnya pemberian sanksi diberikan kepada para dokter yang tetap memilih mundur dari status ASN-nya dan tak lagi ingin memperpanjang kontrak kerja di RSUD regional Sulawesi Barat.

"Pemberian Sanksi kalau saya sah-sah saja. Apalagi memang kalau para dokter itu telah dibiayai oleh negara dengan komitmen untuk mengabdi kepada daerah. Kalau memang tetap ingin mundur, saya kira pemberian sanski itu bisa saja diberikan," pungkas Arman Salimin. (Naf/B)