Obituari KH Muhammad Sybli Sahabuddin

Mipelei Tongammi Annangguru...

Wacana.info
KH. Muhammad Sybli Sahabuddin. (Foto/Net)

MAMUJU--"Assalamualaikum dinda..., dimanaki ?, saya mau ke tempat ta ini,". KH Muhammad Syibli Sahabuddin dari ujung telepon dengan suaranya yang khas kepadaku beberapa bulan lalu.

Seketika itu juga, saya meninggalkan forum diskusi sederhana bersama bang Bustan Basir dan beberapa teman-teman pegiat seni di landscape Mamuju, untuk bersegera ke DipDip Minuman Rempah. 

Benar adanya, di cafe rempah sederhana itu sudah duduk 'Annangguru Syibli' bersama beberapa orang.

===

Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar jadi saksi wafatnya KH Muhammad Syibli Sahabuddin. Minggu (11/10) malam, ulama kharismatik itu menghembuskan nafas terakhirnya.

Kabar meninggalnya Annangguru Syibli menyebar begitu cepatnya. Dari berbagai grup WhasApp, ucapan duka mengalir sedemikian derasnya. 'Mipelei tongammi Annangguru' (Kiai benar-benar telah meninggalkan kita), demikian salah satu komentar duka di salah satu grup WhasApp.

Duka mendalam jelas menyelimuti Sulawesi Barat. Annangguru Syibli selama ini dikenali sebagai sosok ulama dengan jumlah pengikut yang cukup besar. Pembawaannya teduh, wajahnya cerah, tak sekalipun menunjukkan wajah muram dimanapun beliau berada.

"Bagi saya, Annangguru Sybli bukan sekadar ulama besar. Beliau adalah sosok kakak, teman, sahabat. Seingat saya, beliau selalu ramah dengan siapapun. Wajahnya selalu cerah. Seingat saya, tak sekalipun beliau menampakkan wajah yang muram," beber Sayyid Ahmad Fadlu Al Mahdaly, imam besar masjid Syuhada Polewali Mandar itu kepada WACANA.Info, Senin (12/10).

Sayyid Ahmad Fadlu Al Mahdaly. (Foto/Istimewa)

Annangguru Sybli menghabiskan sebagian hidupnya dengan aktif di berbagai majelis kajian tasawuf. Mursyid tarekat Qadiriyah di Sulawesi Barat itu juga dikenal sebagai akademisi lewat yayasan Al-Asy'ariyah Mandar dengan Universitas Al Asyariah Mandar sebagai wajah utamanya.

Selain itu, ketokohan Annagguru Syibli juga dibuktikan dengan beberapa posisi strategis yang sempat beliau emban. Dari ketua Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Barat periode 2007–2019, anggota DPD RI di dua periodisasi, hingga ketua DPW PKB Sulawesi Barat hingga kini.

"Beliau guru, orang tua dan kakak bagi saya. Terakhir kali saya ketemu beliau di momentum pelantikan rektor Unasman. Seperti biasa, tak ada keluhan yang nampak dari wajah Annangguru Sybli. Benar-benar sosok ulama besar. Saya dan tentu saja masyarakat Sulbar sangat kehilangan," kata Sayyid Ahmad Fadlu Al Mahdaly.

Pemahaman yang Mendalam

Kekaguman kepada sosok KH Muhammad Syibli Sahabuddin juga disuarakan Dr. KH. Ahmad Multazam. Dalam testimoninya, Kiai Multazam (begitu ia sering disapa) mengungkapkan, Annangguru Sybli sosok guru dan juga ulama besar.

Meski punya pamahaman ilmu tasawuf yang begitu luas, Kiai Multazam melihat pembawaan Annangguru Sybli jauh dari sosok dengan kedalaman ilmu. Senantiasa tawadhu di setiap gerak kehidupan sosialnya.

"Annangguru Sybli itu guru dengan pemahaman ilmu tasawuf yang sangat mendalam. Meski begitu, dalam beberapa kali majelis ilmunya, sangat jelas betapa beliau tawadhu. Tetap rendah hati untuk senantiasa sadar bahwa segala kelebihan, ilmu adalah titipan dan anugerah dari Allah SWT. Itu Annangguru Syibli," ungkap Dr. KH. Ahmad Multazam yang dihubungi saat ia dalam perjalanan untuk menghadiri pemakaman KH Muhammad Syibli Sahabuddin.

 

Dr. KH. Ahmad Multazam. (Foto/Istimewa)

Kiai Multazam, keturunan generasi keempat dari ulama kharismatik dan waliyullah asal Tanah Mandar, KH. Muhammad Thahir itu juga melihat dimensi lain dari sosok Annangguru Sybli. Selain sebagai serorang ulama besar, ia melihat sosok Annangguru Sybli sebagai seorang tokoh nasional. Punya pemahaman tentang kondisi daerah, bangsa dan negara, sekaligus jadi figur yang sering jadi sumber rujukan untuk berbagai persoalan duniawi.

"Jadi benar adanya bahwa Allah mencabut ilmunya di muka bumi ini bersamaan dengan Ia memanggil para ulama. Kita semua berduka, kita semua kehilangan," begitu kata Dr. KH. Ahmad Multazam.

Berjarak Secara Fisik Namun Dekat di Hati

Duka mendalam juga disuarakan Dr. Nur Salim Ismail. Secara pribadi, Ketua FKUB Sulawesi Barat itu menyebut Annangguru Sybli sebagai sosok penjaga.

Di mata Nur Salim, Annangguru Sybli selalu hadir sebagai sosok yang teduh. Boleh jadi berjarak secara fisik, namun selalu dekat dalam hati. Chat WhatsApp, komentar Medsos, kata Nur Salim, jadi cara Anangguru Sybli merawat kedekatan itu.

"Sebagai muballigh, sesekali saya pamit ke beliau saat akan ceramah di kalangan jamaah Qadiriyah. Seperti biasa, beliau hanya membalas singkat di WhasApp; 'gas dinda, ekskusi dinda, lanjut ki dinda'. Hingga menitip pesan pamungkas, 'salam ke jamaah yah'," kenang Nur Salim Ismail.

Ketua PW Darud Da'wah wal Irsyad (DDI) Sulawesi Bara itu juga melihat sosok Annangguru Sybli sebagai figur penjaga kehormatan. Ia mengaku, Annagguru sering berperan sebagai sosok pembela, sembari menitip pesan dan nasehat.

 Dr. Nur Salim Ismail. (Foto/Istimewa)

"Itu bukan peristiwa sekali dua kali. Tapi selalu hadir dengan sapaan kedekatan. Selamat jalan Annangguru. Saya bingung kepada siapa saya harus kembali merasakan pelukan seperti pelukan hangat keberkahanmu," pungkas Dr. Nur Salim Ismail.

Rencananya, jenazah KH Muhammad Syibli Sahabuddin bakal dimakamkan di Lembang, Majene. Tepat di sebelah makam sang ayah, Prof. Dr. KH. Sahabuddin.

===

Bergetar batin ini saat berusaha merangkai kata mengenang sosok mu Annangguru. Masih terngiang dengan begitu jelasnya saat terakhir kali kita bercerita di Dip Dip Minuman Rempah beberapa waktu lalu.

Bersama, Bupati Buol, H. Risharyudi Triwibowo, kita berbincang tentang banyak hal hingga larut malam, menghabiskan sekian batang rokok. Vibrasi spiritualitas begitu nyata saat berada di dekat mu Annangguru.

Kini, tak akan ada lagi panggilan dari ujung telepon dari mu Annangguru. Tak akan ada lagi percakapan langsung maupun saling tukar pesan via WhatsApp yang secara pribadi selalu membawa pancaran rasa, ketentraman, dan ketenangan batin dari mu Annangguru. 

Selamat jalan Annangguru Syibli Sahabuddin....

(*/Naf)