Menuju Kursi Wagub Sulbar

Suhardi Duka tentang Syamsul Samad dan Fatmawati Salim

Wacana.info
Ilustrasi. (Foto/Manaf Harmay)

MAMUJU--Partai koalisi pengusung Suhardi Duka-(Almarhum) Salim S Mengga akhirnya menyepakati dua nama kandidat calon wakil gubernur Sulawesi Barat. Dalam rapat partai koalisi yang digelar Rabu (07/08) malam, Demokrat, Nasdem, PKS, Gelora, PSI, Partai Ummat dan Partai Buruh akhirnya seia sekata untuk Syamsul Samad dan Fatmawati Salim sebagai dua nama kandidat calon wakil gubernur Sulawesi Barat periode 2025-2030.

Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka mengapresiasi setiap dinamika yang terjadi di internal partai koalisi. Hingga berujung kesepakatan untuk mengusung dua nama di atas.

"Itu kesepakatan saya juga, karena saya pimpinan koalisi. Dalam dua minggu terahir saya sudah minta mereka (partai koalisi) untuk dapat saling lobi agar tidak dilakukan voting," ungkap Suhardi Duka kepada WACANA.Info, Kamis (08/10) siang.

Setelah beberapa kali diwarnai kebuntuan, Kesepakatakan untuk mengusung Fatmawati dan Syamsul Samad akhirnya dapat diaminkan oleh tujuh partai pengusung. Itu setelah PKS memilih berbesar hati menarik dukungan terhadap kadernya, Abdul Latif.

"Dan alhamdulillah itu dapat disepakati oleh tujuh partai," kata Suhardi Duka.

Tatib Pemilihan Sudah Siap

Sudah sejak lama DPRD Sulawesi Barat telah bersiap menggelar pemilihan Wakil Gubernur pengganti Almarhum Salim S Mengga. Panitia Pemilihan (Panlih) bentukan DPRD Sulawesi Barat bahkan telah melakoni sejumlah agenda koordinasi dan konsultasi demi kelancaran pemilihan wakil gubernur.

Wakil Ketua DPRD Sulawesi Barat, Suraidah Suhardi menegaskan, pihaknya kini sisa menunggu dua nama bakal calon wakil gubernur untuk dilakukan proses pemilihannya. Tata Tertib (Tatib) pemilihannya pun sudah siap.

"Tatib pemilihannya sudah ada. Nah sekarang tahapannya itu namanya harus didorong dulu ke DPRD. Sampai hari ini kan itu belum ada nama ke DPRD. Sekarang tahapannya masih di partai koalisi, untuk selanjutnya diserahkan ke gubernur, lalu diteruskan ke DPRD untuk diproses ke tahapan selanjutnya," beber Suraidah Suhardi.

Suraidah Suhardi. (Foto/Istimewa)

Politisi cantik dari partai Demokrat itu meyakini, proses pemilihan wakil gubernur di DPRD akan memakan waktu kurang dari satu bulan. Terhitung sejak dua nama calon tiba di lembaga legislatif provinsi Sulawesi Barat itu.

"Insyaallah tahapannya tidak sampai sebulan," ucap Suraidah.

Masih oleh Suraidah, Panlih berencana bakal menyiarkan proses pemungutan suara di DPRD secara live di platform media digital. Hal itu, kata dia, sekaligus jadi komitmen menjaga azas transparansi pada tahapan paling krusial itu.

"Iya, begitu pembicaraan kemarin di internal Panlih," ungkap dia.

Dikonfirmasi tentang rencana di atas, Sekretaris DPRD Sulawesi Barat, Arianto mengaku, apapun bentuknya, pihaknya menyerahkan mekanisme pemungutan suara kepada Panlih. Termasuk jika ada rencana untuk menyiarkan proses itu secara live.

"Kami akan siapkan. Kalau itu yang diperintahkan oleh Panlih, kami di sekretariat tetap bersiap. Jadi tergantung Panlih," Sumbang Arianto. (*/Naf)