Cegah Iret, Fokus ke Siswa Sekolah !
MAMUJU--Arus informasi digital yang semakin pesat, dunia pendidikan menghadapi tantangan yang cukup berat dalam menjaga moralitas generasi bangsa. Upaya pencegahan paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) bagi siswa usia sekolah jadi hal yang mendesak untuk dilakukan.
Sadar akan hal itu, Satgaswil Sulawesi Barat Densus 88 AT Polri menggelar sosialisasi pencegahan IRET di lingkungan sekolah. Rabu (15/07), ratusan peserta didik MTsN 1 Mamuju mengikuti agenda tersebut.
Kasatgaswil Sulawesi Barat Densus 88 AT Polri, AKBP Soffan Ansyari mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang bahaya paham IRET. Utamanya yang kini menyusup lewat game online, media sosial, serta pergaulan digital.
"Kami saat ini fokus dalam melaksanakan kegiatan sosialisasi secara bertahap untuk menyentuh seluruh elemen masyarakat sebagai upaya dalam menangkal dan mencegah penyebaran paham IRET. Utamanya kepada peserta didik usia sekolah," tutur AKBP Soffan Ansyari.
Peserta didik, kata Soffan Ansyari, jadi segmen masyarakat yang mesti dicegah dari penyebaran paham IRET. Terlebih, di tengah semakin maraknya aksi radikalisme dan ekstrimisme yang melibatkan siswa sekolah sebagai pelaku utamanya.
"Seperti yang terjadi di Padang, Sumbar baru-baru ini. Termasuk kasus serupa lainnya. Hal itu mengharuskan kita semua untuk lebih waspada lagi," tegas dia.
Ia juga berharap adanya dukungan dan kerjasama dengan seluruh stakeholder untuk mengambil peran masing-masing demi menjaga keutuhan dan persatuan kita dalam kehidupan sosial. Di lingkungan sekolah, selain guru, peran orang tua siswa juga tak kalah pentingnya.
"Peran orang tua sangat krusial. Keluarga adalah benteng pertahanan pertama anak dari pengaruh luar. Lingkungan digital yang saat ini semakin tak terbendung membuat anak-anak sangat rentan terpapar konten radikal secara mandiri tanpa pengawasan," pungkas AKBP Soffan Ansyari. (*/Naf)








