ACFFEST 2026

'Promises' dan 'Simpang Jalan'; Karya Sineas Lokal Tembus Pentas Nasional

Wacana.info
(Foto/Instagram)

MAMUJU--Rumah produksi Pitu Sinema kembali mengukir prestasi. Di kompetisi Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST 2026), dua film pendek hasil garapan komuintas sinematografi lokal itu masuk dalam deretan film yang berhak melaju ke tahap selanjutnya.

Sadly Asis, direktur Pitu Sinema menilai, keberhasilan itu dapat diterjemahkan sebagai pelecut semangat bagi filmmaker daerah untuk membuktikan bahwa karya sineas lokal punya kualitas yang mampu bersaing ketat di level nasional. 

"Keberhasilan teman-teman melaju ke tahap berikutnya merupakan buah dari dedikasi kolektif dari sutradara, penulis naskah, dan seluruh kru yang bekerja dengan keterbatasan fasilitas namun kaya akan kreativitas," tutur Sadly Asis, Sabtu (04/07).

'Promises' dan 'Simpang Jalan', adalah dua film pendek yang diproduksi oleh Pitu Sinema. Keduanya sukses menyisihkan beberapa karya lainnya untuk melaju ke tahap selanjutnya.

Dijelaskan Sadly, keberhasilan menembus panggung festival film nasional itu juga jadi pembuktian bahwa keterbatasan di daerah bukan jadi penghalang untuk melahirkan sebuah karya berkelas.

"Prestasi membanggakan ini tidak hanya membawa pulang apresiasi, tetapi juga bertransformasi menjadi energi baru yang membakar semangat para sineas muda di daerah untuk terus berkarya," begitu kata Sadly Asis.

'Promises' sendiri adalah film pendek karya sineas lokal Mamuju yang diprakarsai oleh Pitu Sinema bekerja sama dengan Sakko Sakko Production. Film ini disutradarai oleh Feby Ilmiah dan menjadi bagian dari program Kelas Film Manakarra hasil inisiasi Pitu Sinema. Terinspirasi langsung dari kehidupan dan realitas masyarakat lokal yang menyoroti dinamika orang tua yang sering kali memberikan janji kepada anak-anak mereka, namun tidak dapat memenuhinya karena terjebak dalam kesibukan rutinitas sehari-hari.

Sama seperti 'Promises', 'Simpang Jalan' juga lahir dari prgram kelas film Manakarra. Mengisahkan perjuangan dari seorang mahasiswa semester awal yang mengalami kekecewaan mendalam ketika organisasi yang diharapkan bisa membantunya membongkar praktik gelap di kampusnya justru ikut terlibat, hingga akhirnya beasiswanya dicabut dan ia dikeluarkan.

"Bagi seluruh teman-teman, pencapaian ini bukanlah garis akhir, melainkan sebuah titik awal dan pelecut semangat untuk menghadirkan sinema yang lebih berbobot," pungkas Sadly Asis.

Untuk informasi, ACFFEST 2026 sendiri merupakan ajang kreasi, eksibisi, dan forum diskusi yang digagas oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengajak generasi muda menyebarkan pesan antikorupsi melalui karya audio-visual. (*/Naf)