Humaniora

Sebab Cinta Punya Banyak Bentuk, dan Semuanya Layak untuk Dirayakan

Wacana.info
(Foto/Manakarra Kolektif)

MAMUJU--Ngalo Rock Coffee, akan jadi monumen perayaan hari kasih sayang yang lebih dari sekadar lazimnya peringatan valentine's day. Minggu, 15 Februari 2025, kedai kopi yang terletak di bilangan Karema, Mamuju itu bakal diramaikan oleh penampilan sejumlah band indie Mamuju.

Lewat event bertajuk GalentIne’s Riot diharapakn mampu menjadi momentum perayaan hari kasih sayang dengan ragam dimensi yang jauh lebih luas. Event yang diinisiasi komunitas kreatif yang menamakan dirinya Manakarra Kolektif itu, akan jadi panggung utama bagi Aelea, Funfromhate, Toneriots Attack, Revivalis hc, Jetss, Strike Back, Samastah, Hour Foro, Artja, serta Human Error.

Event musik bukan hanya tentang panggung dan suara saja. Muhammad Sadam dari Manakarra Kolektif menyebut, gig musik adalah tentang pertemuan rasa, persahabatan, solidaritas, dan kemanusiaan. Sebuah ruang aman untuk saling mendukung, merayakan kesetaraan, serta membangun support system dalam lingkaran skena yang sehat dan produktif.

(Foto/Manakarra Kolektif)

"Ini tentang selebrasi kolektif tentang persahabatan, kebebasan berekspresi, kemandirian, dan semangat perlawanan terhadap stigma bahwa perayaan kasih sayang hanya terbatas pada romansa. Ini adalah ruang untuk merayakan kemanusiaan dengan cara yang lebih luas: lewat musik, tawa, energi masa kecil yang jujur," kata Muhammad Sadam dalam keterangan tertulis yang diterima WACANA.Info, Sabtu (14/02) malam.

GalentIne’s Riot, kata Sadam, lahir sebagai gig musik dan pertemuan kultural yang memaknai kasih sayang secara lebih luas. Tak sekadar relasi romantis, tetapi kemanusiaan, persahabatan, solidaritas, dan kemandirian.

Sebuah event yang diharapkan jadi media perlawanan terhadap stigma sosial yang menempatkan nilai diri pada status hubungan di setiap tanggal 14 Februari.

"Saat perempuan dirayakan sebagai subjek yang berdaulat atas pilihan hidupnya, bersuara lantang, dan berdiri setara. GalentIne’s Riot adalah selebrasi kebebasan berekspresi, kebersamaan lintas identitas, dan energi kolektif yang menyatukan musik, gagasan, dan keberanian untuk menjadi diri sendiri tanpa perlu validasi romantisasi semu," sambung drummer Aelea itu.

Setiap cinta punya bentuk. Semuanya layak untuk dirayakan. Sampai jumpa di Ngalo Rock Coffee. (*/Naf)