Kampung Ramadhan Dibuka

‘Sebab Kebaikan Harus Dirancang, Harus Dieksekusi dengan Baik Pula’

Wacana.info
Pambukaan Kampung Ramadhan di Nal Cafe Mamuju. (Foto/Manaf Harmay)

MAMUJU--Ngabuburit, serta buka bersama dengan ratusan anak panti asuhan yang ada di Mamuju jadi penanda dibukanya event kampung Ramadhan 2021, Rabu (5/05). Nal cafe jadi tempat pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan yang bakal digelar hingga 8 Mei 2021.

Kampung Ramadhan yang diinisasi oleh sejumlah komunitas anak muda yang ada di Mamuju itu dimaksudkan untuk menjadi wadah bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk memasarkan setiap produknya. Mulai dari aneka ragam takjil, hingga ragam pernak pernik kebutuhan Idul Fitri.

Kadis Pariwisata Kabupaten Mamuju, Usdi menjelaskan, segala potensi yang ada Mamuju memang butuh wadah. Kampung Ramadhan, bisa menjadi salah satu even sekaligus menjadi pasar bagi ragam produk yang dihasilkan oleh para pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Mamuju.

"Kami mengapresiasi pelaksanaan kampung Ramadhan ini, sebab secara langsung bakal mempengaruhi pertumbuhan ekonomi khususnya bagi para pelaku UMKM yang ada di Mamuju. Sbab Mamuju ini punya potensi yang sangat besar. Catatannya, potensi itu meski diolah hingga bisa menjadi sebuah produk. Dengan begitu ia akan punya nilai. Acara ini melibatkan para pelaku ekonomi kreatif, itu sejurus dengan salah satu kebijakan pemerintah daerah adalah mendorong para pelaku ekonomi kreatif," papar Usdi dalam sambutannya saat didaulat membuka even kampung Ramadhan.

Pemerintah Kabupaten Mamuju, sambung Usdi, sangat mengapresiasi pelaksanaan kampung Ramdhan. Ia pun sangat mendukung jika even tersebut dijadikan agenda tahunan yang digelar di setiap momentum Ramadhan.

Kadis Pariwisata Mamuju, Usdi Saat berkunjung ke Salah Satu Tenant di Kampung Ramadhan. (Foto/Manaf Harmay)

"Sebab kebaikan itu tidak muncul tiba-tiba. Ia harus dirancang dengan niat yang baik dan dieksekusi dengan cara-cara yang baik pula. Insya Allah kita akan menemui kebaikan," pungkas Usdi.

Selain menyajikan ragam produk yang dihasilkan oleh para pelaku ekonomi kreatif, kampung Ramdhan juga bakal diramikan dengan berbagai jenis lomba. Mulai dari fashion show busana muslim, lomba karaoke lagu-lagu religi. Serta berbagai jenis hiburan tentunya.

Peserta untuk lomba karaoke lagu religi bakal diikuti oleh perwakilan masing-masing OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Mamuju. Ketua panitia kampung Ramadhan, Andi Syaiful Rauf mengungkapkan, keikutsertaan perwakilan OPD dalam kampung Ramadhan telah mendapat restu dari Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi.

"Ide untuk menggelar kampung Ramadhan ini berangkat dari keresahan kami. Bahwa kecenderungan genberasi muda saat ini sekadar menghabiskan hari-hari di bulan suci Ramadhan dengan berbagai kegiatan yang kurang memberi manfaat secara sosial. Menghabiskan waktu hanya dengan main game, atau nongkrong di Warkop sambil membincang hal-hal yang kurang punya manfaat. Maka lahirlah kampung Ramadhan ini. Wadah bagi siapa saja untuk bisa menuangkan kreativitasnya," terang Andi Syaiful Rauf.

Selama berlangsungnya kampung Ramadhan, pelaksana juga membuka ruang sebesar-besarnya bagi siapa saja yang ingin menyalurkan donasi. Setiap donasi yang terkumpul selama pelaksanaan kampung Ramadhan bakal disumbangkan ke para fakir miskin dan kaum dhuafa lainnya.

"Kampung Ramadhan ini sesungguhnya sudah tergolong sebagai wahana wisata religi. Teman-teman yang punya talenta di bidang seni sudah punya wadah. Insya Alah kegiatan ini membawa berkah kepada seluruh masyarakat Mamuju," tutup Andi Syaiful Rauf, pria yang akrab disapa Uwe' Ipul itu.

Komunitas yang terlibat secara langsung pada pelaksanaan kampung Ramadhan ini diantaranya; DPC Prjo Mamuju, Mamuju Musician Community, Ipemi Sulawesi Barat, TKCI Mamuju, sanggar seni Bamba Manurung, Rivan Event Evenium (REE) Mamuju, serta DPP Iwapi Sulawesi Barat. 

Terpisah, Ketua Mamuju Musician Community, Karman mengatakan, kampung Ramadhan punya banyak sisi positif. Khususnya bagi talenta-talenta di bidang musik yang ada di Mamuju. Event tersebut seolah jadi wahana bagi setiap bakat di bidang musik itu dalam menyalurkan hobinya. Apalagi kata Karman, kampung Ramadhan memuat misi sosial yang begitu dominan.

"Salah satu fokus kami memang adalah bagaimana teman-teman musisi di Mamuju punya kepedulian sosial yang besar, punya kepekaan. Kampung Ramadhan yang juga memuat misi sosial, bikin kami kian bersemangat. Paling tidak bisa menjadi bukti bahwa talenta talenta di bidang musik yang ada di Mamuju ini juga punya kepekaan sosial yang begitu besar," sumbang Karman. (*/Naf)