Keberadaan Terminal Bayangan Dikeluhkan ‘Pangojek’ dan ‘Pabecak’

Wacana.info
Aktivitas Angkot yang Tak Lagi Memanfaatkan Terminal Resmi untuk Manaikkan dan Menurunkan Penumpang. (Foto/Rumi)

MAJENE --- Sejumlah tukang becak dan tukang ojek berecana menggelar aksi unjuk rasa ke Kantor Bupati Majene. Aksi tersebut dilatarbelakangi kekesalan mereka terhadap sejumlah supir angkot yang tak lagi mangkal di terminal menunggu penumpang.

"Ini sudah beberapa bulan para supir angkot mengambil penumpang di luar terminal," ujar Kide, salah seorang tukang becak di Majene yang ditemui WACANA.Info, Senin (25/03) kemarin.

Kata dia, sejumlah angkot mengambil penumpang via beberapa terminal bayangan di sejumlah titik di kota Majene. Seperti di jalan Jenderal Gatot Subroto, Pasar sentral Majene, serta sejumlah titik lainnya. Itu berimbas pada kurangnya pendapatan para 'pangojek' dan pabecak'.

 "Akibat ulah supir angkot dengan mengambil dan menurunkan penumpang di luar terminal, pendapatan kami kurang dan itu sangat melanggar aturan dari pemerintah," beber dia.

Pemerintah kabupaten Majene diharapkan dapat menertibkan para supir angkot yang menggunakan terminal bayangan ini. Secara bersamaan, Kide pun meminta agar ada upaya untuk menertibkan terminal bayangan itu.

"Selama ini, kita yang mengantarkan penumpang ke terminal. Begitu pula sebaliknya, penumpang diantar ke terminal, " sambung Kide.

Setali tiga uang, Rahmat yang salah seorang tukang ojek di Majene bahkan mengancam bakal menanam pohon pisang di terminal Majene jika tak ada perubahan atas kondisi di atas.

"Rencana penanaman pohon pisang. Karena terminal Majene sudah tidak lagi difungsikan para supir angkot yang sering menggunakan terminal bayangan," kecam Rahmat. (Rumi/B)