Anjungan Pantai Manakarra Dibongkar Bukan Karena Menyerupai Simbol Tertentu, Tapi...
MAMUJU--Pemerintah kabupaten Mamuju telah memulia proses renovasi Anjungan Pantai Manakarra, Kamis (11/10). Renovasinya sendiri difokuskan pada salah satu bagian Anjungan yang oeh sebagian orang disebut menyerupai simbol-simbol tertentu.
Lewat rilis media yang diterima redaksi WACANA.Info, Bupati Mamuju, Habsi Wahid menjelaskan, pembongkaran yang dilakukan dengan menggunakan alat berat tersebut adalah salah satu langkah awal untuk memperbaiki desain Anjungan agar tampil lebih menarik dan lebih baik. Biar lebih nyaman digunakan sebagai ruang terbuka publik.
Anjungan Pantai Manakarra, salah satu land mark kota Mamuju yang dibangun di era pemerintahan Bupati, Suhardi Duka itu, kata Habsi, direnovasi bukan karena polemik atas visualisasinya yang kadang dikaitkan dengan simbol-sombol tertentu.
"Perbaikan Anjungan ini segara dilakukan karena ternyata memang sudah tidak nyaman lagi disebabkan bau busuk dari kolam yang banyak dikeluhkan pengunjung. Kondisi ini selain disebabkan drainase kolam yang telah rusak total, semakin diperparah oleh perilaku sebagian orang yang sering membuang sampah pada kolam yang berada di bawah model perahu," kata Habsi Wahid.
Habsi mengungkapkan, desain baru Anjungan Pantai Manakarra saat ini sedang dirancang. Perbaikan totalnya sendiri baru akan dilakukan tahun depan.
"Tapi hari ini segera dibongkar sebagai langkah awal agar lebih nyaman dikunjungi. Renovasinya kemungkinan tidak secara menyeluruh mengingat efisiensi anggaran. Namun karena Anjungan ini adalah icon Mamuju dan menjadi wahana hiburan dan rekreasi seluruh masyarakat, maka harus kita benahi. Bagian-bagian yang substansinya dapat menghilangkan histori pembangunan Anjungan, seperti prasasti akan tetap dipertahankan namun akan dipindahkan agar tidak mengurangi estetika," sambung Habsi.
"Insya Allah setelah direnovasi nanti Anjungan akan lebih baik dan lebih representatif," simpul Habsi Wahid. (*/Naf)









