Baca Nih, FKUB yang Prihatin dengan Ancaman Radikalisme Generasi Millenial
Laporan: Nur Salim Ismail (Anggota FKUB Sulbar)
MAMUJU--Potensi radikalisme dipandang cukup mengancam masa depan generasi millenial. Betapa tidak, aktivitas berselancar di dunia maya cukup memberi pengaruh terhadap perkembangan pola pikir anak muda. Ditambah lagi dengan kian maraknya sajian media sosial yang menyulut perpecahan, saling serang dan saling tuding satu sama lain.
Hal ini mengemuka dalam perbincangan sejumlah tokoh lintas Agama Sulawesi Barat, Selasa kemarin. Tokoh Kristen, Charles Wiseman menuturkan, secara umum tema kerukukan pada dasarnya telah usai di tingkat para pemuka agama.
"Tapi tidak pada level anak-anak muda. Sebab sekarang ini kita berhadapan dengan generasi milenial yang notabene menjadi sasaran empuk hadirnya sikap dan perilaku radikalisme," ucap Charles.
Sehingga, tambah Charles, diperlukan kecakapan menangkap isu yang berkembang di permukaan. Serta kecakapan memetakan kondisi lapangan.
"Saya kira FKUB punya peran penting untuk menangkap persoalan sebagai bahan reflektif bersama lintas pemuka agama di Sulbar. Apalagi kita ini punya komitmen memajukan Sulbar dengan semangat Malaqbi," katanya.
Demikian halnya dengan pandangan tokoh Katholik, Pastor Sam Burery dalam pertemuan itu. Menurutnya, pemahaman terhadap ajaran inti agama menjadi penting untuk diteruskan sebagai bagian urgen dalam pembinaan anak-anak muda masa kini.
"Kita tentu prihatin dengan semua ini. Ketika semangat mulia untuk mewujudkan pesan damai atas nama agama, justeru terkoyak oleh kekuatan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," tegasnya.
Untuk itu, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulbar, akan merancang program masuk Kampus. Targetnya, untuk memberikan edukasi kepada mahasiswa sebagai bagian tak terpisahkan dari generasi muda masa kini.
"Kita bisa sasar mahasiswa sebagai objek program ini. Karena kita percaya kampus memiliki posisi representatif terhadap upaya menangkal segala bentuk dan potensi radikalisme," ungkap Ketua FKUB Sulbar, Dr. Sahabuddin Kasim. (*/Naf)









