Diberi Pertanyaan Seragam, Ini Jawaban Ketiga Paslon
.jpg)
MAMUJU--Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Barat baru saja menuntaskan debat publik Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Barat putaran kedua, Minggu (29/01). Pertanyaan seragam diberikan oleh moderator untuk ketiga Paslon.
Begini jawaban ketiga Paslon.
Moderator debat publik, Dr. Yuninda Husni Djamaluddin memberikan pertanyaan seragam ke Suhardi Duka (SDK)-Kalma Katta, Salim S Mengga-Hasanuddin Mas'ud dan Ali Baal Masdar (ABM)-Enny Anggareni Anwar. Ketiganya diberi batasan waktu untuk menjawab pertanyaan seragam tersebut.
"Dalam memajukan daerah, perlu dilakukan optimalisasi sumber daya alam. Tentunya, para Paslon memiliki agenda strategis untuk memasilkan hal itu, juga terkait dengan pemaksimalan Pendapatan Asli daerah (PAD) sekaligus memastikan keterlibatan masyarakat didalam pemanfaatannya. Bagaimana Paslon memberikan jaminan ke masyarakat bahwa Sumber Daya Alam itu bisa dikelola dengan baik, sekaligus memastikan keterlibatan masyarakat ?," tanya moderator debat.
Diberi kesempatan pertama untuk menjawab pertanyaan itu, SDK menjelaskan, dirinya bersama Kalma Katta memiliki keyakinan bahwa sumber daya alam mesti dimanfaatkan sebaik-baiknya demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Tapi kita juga mesti bijak dalam mengelolanya. Bagaimana kita memanfaatkan sumber daya alam itu sekaligus melestarikannya. Sektor perikanan misalnya, kita boleh menangkap ikan sepuasnya, tapi tidak boleh kita lupa bagaimana melestarikan keberlangsungan sumber daya itu. Satu hal yang juga tak kalah penting ialah bagaimana kita mengelola sumber daya alam itu mulai dari hulu ke hilir. Dari cara memperolehnya, mengelola, hingga memasarkan, itu harus kita jamin keberlangsungannya. Ajak investor untuk membangun pengelolaan sumber daya alam itu, jangan bawa investor yang tahunya hanya menghabiskan, tanpa bisa melestarikan," jelas SDK.
Salim S Mengga sendiri berpendapat, yang pertama dan utama yang mesti dilakukan dalam mengelola sumber daya alam ialah menenali potensi sumber daya alam itu sendiri. Ia pun berkomitmen untuk meningkatkan pemanfaatan sumber daya alam dua kali lipat dari apa yang sudah ada saat ini.
"Kita tingkatkan sara dan prasarana penunjang pemanfaatan sumber daya alam kita. Kami akan merumuskan sebuah kebijakan untuk meningkatkan produktivitas sumber daya alam kita. Di sektor perkebunan misalnya, bagaimana kita menyiapkan pupuk yang tepat, mendistribusikannya tepat waktu serta menyiapkan pasar. Tak kalah penting juga ialah menguatkan ekonomi kerakyatan sebagai tulang punggung perekonomian kita," tutur Salim.
Sadar akan minimnya anggaran dalam mengelola sumber daya alam, Enny Anggraeni Anwar justru beranggapan, bantuan pemerintah pusat adalah salah langkah startegis yang diambil untuk memaksimalkan pengelolaan sumber daya alam yang melimpah tersebut.
"Kita mesti membangun hubungan yang baik dengan pemerintah pusat. Apalagi kami ini adalah pasangan yang mendapat dukungan oleh pemerintahan di pusat. Selain itu, pemerintah juga mesti meyiapkan regulasi dan aturan yang jelas terkait hal itu. Mengundang dunia usaha untuk berinvestasi ke Sulbar sekaligus memanfaatkan SDM kita utamanya bagi mereka yang masih berusia produktif," jelas Enny Anggraeni Anwar. (A/Naf)