Debat Publik Pemilukada Sulbar Tahap Kedua

SDK; Perbaiki Pelayanan, Salim; Benahi Rekruitmen, ABM; Kembangkan Inovasi

Wacana.info
Ketiga Pasangan Calon di Debat Publik Tahap Kedua. (Foto/Budi Santoso)

MAMUJU--Debat publik Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Barat putaran kedua digelar di d'maleo hotel Mamuju, Minggu (29/01). Itu seputar reformasi birokrasi jadi pertanyaan seragam yang mesti dijawab oleh ketiga Pasangan Calon.

Moderator debat publik putaran kedua, Yuninda Husni Djamaluddin membacakan pertanyaan yang disiapkan oleh tim panelis untuk dijawab oleh Suhardi Duka (SDK)-Kalma Katta, Salim S Mengga-Hasanuddin Mas'ud dan Ali Baal Masdar (ABM)-Enny Anggraeni Anwar.

"Sebagai calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur, apakah anda memiliki konsep dan pemikiran untuk melakukan desai road map dalam mengurangi permasalahan di birokrasi kita ?," tanya moderator debat.

Menjawab pertanyaan tersebut SDK mengaku telah menyiapkan konsep perbaikan mesin birokrasi di Sulawesi Barat. Terdapat sejumlah poin penting yang mesti mendapat perhatian khusus utamanya dalam mewujudkan tatanan birokrasi yang ideal.

"Yang paling penting ialah memperbaiki pelayanan hingga ia tepat waktu dan tepat biaya. Memperbaiki tata kelola pemerintahan juga harus dilakukan. Serta yang juga penting ialah menempatkan figur ASN di posisi jabatannya secara profesional. Tidak didasarkan pada prisip suka atau tidak suka. Jika kita bisa menempatkan orang di posisi yang tepat, maka profesionalisme di tubuh birokrasi tentu bisa kita wujudkan," jelas SDK.

Sementara itu, Salim S Mengga mengungkapkan, peningkatabn profesionalisme di jajaran birokrasi di Sulawesi Barat mesti diawali dengan merevitalisasi sistem rekruitmen ASN.

"Kami berkomitmen untuk meningkatkan profesionalisme kerja di jajaran birokrasi. Hal itu harus kita mulai dengan memperbaiki sisrem rekruitmen ASN. Membentuk karakter ASN sebagai manusia yangsiap untuk melayani. Kami juga akan memberikan kesempatan se luas-luasnya kepada ASN untuk mendapatkan suasa kerja yang jauh lebih baik dengan memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengembangkan kemampuannya. Yang juga penting untuk kita lakukan ialah membudayakan pengawasan serta pemberian reward dan punishement pada ASN yang berprestasi dan yang melanggar," urai Salim.

ABM sendiri memberikan penjelasan singkat saat menjawab pertanyaan dari moderator debat itu. Ia menjelaskan, inovasi dalam bekerja harus menjadi budaya yang mestinya terus dilakukan oleh jajaran di pemerintahan.

"Meningkatkan sumber saya manusia di jajaran pemerintahan juga dapat dilakukan dengan memberi ruang bagi ASN kita untuk melakukan inovasi. Jalannya pemerintahan juga harus akuntabel, juga wajib bersih dan melayani," demikian penjelasan ABM (A/Naf)