Pastikan Bahan Pangan Sampai ke Masyarakat dengan Harga yang Wajar !
MAMUJU--Sebagai salah satu rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Provinsi Sulawesi Barat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat bersama pemerintah kabupaten menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di seluruh wilayah Sulawesi Barat, Senin (21/09).
Gubernur Suhardi Duka yang menghadiri GPM di depan kantor gubernur Sulawesi Barat menekankan pentingnya menjaga ketersediaan pangan, sekaligus memastikan harga tetap terjangkau bagi masyarakat.
Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan tersedianya komoditas, tetapi juga bagaimana pangan dapat sampai kepada masyarakat dengan harga yang wajar.
"Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, petani, nelayan, UMKM, dan seluruh pihak dalam rantai pasok pangan menjadi penting untuk menjaga stabilitas pangan daerah," kata Suhardi Duka.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pangan Sulawesi Barat, Suyuti Marzuki menguraikan, GPM merupakan salah satu langkah pemerintah dalam memberikan kemudahan kepada masyarakat memperoleh berbagai kebutuhan pangan dengan harga terjangkau.
“GPM ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan yang cukup, aman, dan terjangkau. Kami juga mendorong agar produk pangan lokal Sulawesi Barat semakin dikenal dan memiliki akses pasar yang lebih luas,” jelasnya.
Beragam komoditas tersedia dalam GPM, mulai dari beras, telur, daging ayam, minyak goreng, aneka sayuran, hingga komoditas perikanan seperti bandeng, cakalang, katombo, dan nila. Produk pangan lokal yang dihasilkan petani dan nelayan Sulawesi Barat juga turut dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Selain pasar pangan murah, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pembagian 200 bibit cabai rawit secara gratis, kehadiran produk pelaku usaha ritel dan UMKM, serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Rahma, salah seorang warga menyambut baik pelaksanaan GPM. Kata dia, GPM bikin masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan pangan dalam satu lokasi dengan harga yang lebih terjangkau. Menurutnya, keberagaman komoditas yang tersedia memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
GPM juga menjadi ruang pertemuan antara produsen dan konsumen. Petani, nelayan, UMKM, pelaku usaha pangan, dan pelaku usaha ritel dapat memasarkan produknya secara langsung kepada masyarakat sehingga membuka peluang penguatan rantai pasok sekaligus memperluas akses pasar produk pangan lokal.
Pelaksanaan GPM Serentak melibatkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, pemerintah kabupaten, OPD terkait yang tergabung dalam TPID, Perum Bulog, pelaku usaha ritel, UMKM, serta pelaku usaha pangan lainnya. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menjaga ketersediaan komoditas, kelancaran distribusi, dan stabilitas harga pangan.
Selain memberikan akses pangan dengan harga terjangkau, GPM turut mendukung upaya pengendalian inflasi daerah melalui penguatan pasokan dan stabilisasi harga komoditas pangan.
Pelaksanaan GPM secara serentak dalam rangka menyambut HUT ke-22 Sulawesi Barat menjadi momentum memperkuat sinergi pemerintah dan masyarakat dalam membangun sistem pangan daerah yang lebih kuat. Kegiatan ini sekaligus membuka ruang lebih luas bagi produk pangan lokal untuk berkembang dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah. (*/Naf)









