Perkuat Germas, Jawab Tingginya Kasus Kesehatan Jiwa
MAMUJU--Angka kasus kesehatan jiwa di Sulawesi Barat terbilang masih cukup tinggi. Menjawab tantangan itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat pelayanan kesehatan jiwa dengan berbagai cara.
Penguatan pelayanan kesehatan jiwa dibahas dalam rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana di ruang kerja Sekretaris Daerah, Rabu (16/09).
Menurut Junda, penguatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) jadi salah satu strategi dalam upaya promotif dan preventif menangani persoalan kesehatan jiwa di Sulawesi Barat.
“Kita perlu memperkuat pelaksanaan Germas sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesehatan masyarakat, termasuk kesehatan jiwa,” beber Junda.
Junda menambahkan, penguatan kesehatan jiwa perlu dilakukan secara bersama melalui keterlibatan pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan, serta masyarakat. Penguatan pelayanan juga diarahkan pada peningkatan deteksi dini dan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan jiwa.
Berdasarkan indikator kinerja Program Kesehatan Jiwa DKPPKB Sulawesi Barat, cakupan penduduk yang mendapatkan skrining kesehatan jiwa ditargetkan meningkat dari 15 Persen pada 2026 menjadi 30 Persen pada 2029. Sementara persentase ODGJ berat yang mendapatkan layanan ditargetkan meningkat dari 73 Persen pada 2026 menjadi 85 Persen pada 2029.
Penguatan kapasitas fasilitas pelayanan kesehatan juga menjadi perhatian. DKPPKB Sulawesi Barat menargetkan persentase Puskesmas yang mampu memberikan layanan kesehatan jiwa meningkat dari 65 Persen pada 2026 menjadi 100 Persen pada 2029.
Junda menyebut, pendekatan kesehatan jiwa tidak cukup hanya dilakukan ketika masyarakat sudah mengalami gangguan kesehatan. Edukasi, pencegahan, deteksi dini, dan dukungan lingkungan menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang lebih peduli terhadap kesehatan jiwa.
“Kesehatan jiwa harus menjadi perhatian bersama. Karena itu, upaya promotif dan preventif melalui Germas perlu terus diperkuat, disertai peningkatan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan jiwa,” urai Junda.
Pemprov Sulawesi Barat selanjutnya mendorong penguatan koordinasi lintas sektor dan peningkatan kapasitas layanan kesehatan jiwa di tingkat puskesmas dan rumah sakit. Langkah tersebut sejalan dengan arah Program Kesehatan Jiwa Sulawesi Barat yang mencakup peningkatan skrining kesehatan jiwa, pelayanan bagi ODGJ berat, penguatan kemampuan puskesmas, serta pengembangan layanan kesehatan jiwa di rumah sakit.
Untuk diketahui, rapat hari itu dihadiri Asisten III Bidang Administrasi Umum Habibi Azis, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat dr. Nursyamsi Rahim, serta Dokter Spesialis Jiwa RSUD Provinsi Sulawesi Barat, dr. Otto Parandangi. (*/Naf)









