Stroke Menyerang Tanpa Pandang Usia
MAMUJU--Stroke. Merupakan salah satu penyakit berbahaya. Bisa sembuh sempurna, namun bisa berakhir dengan kecacatan, bahkan kematian.
Dikutip dari kemkes.go.id, stroke merupakan suatu gangguan fungsional otak yang terjadi secara mendadak dengan tanda dan gejala klinis yang berlangsung lebih dari 24 jam. Serangan stroke terjadi saat pasokan darah ke otak terganggu atau berkurang, yang jika dilihat dari penyebabnya dapat dibagi menjadi dua; akibat penyumbatan yang disebut dengan stroke iskemik, serta akibat pecahnya pembuluh darah yang disebut dengan stroke hemoragik.
Penyakit stroke tidak hanya menyerang orang lanjut usia (lansia) saja. Anak muda yang dikategorikan sebagai generasi milenial juga berisiko terkena penyakit stroke.
Dari pengalamannya 12 tahun mengabdi di Mamuju, dr. Sitti Zainab Zainuddin, M.Kes, Sp.S mengungkap sejumlah kasus penyakit stroke yang menyerang usia produktif.
"Sudah ada beberapa kasus stroke yang menerang usia muda. Paling muda itu usia 24 tahun. Sepengalaman saya, sudah lebih dari 10 Persen penyakit stroke menyerang usia 20-40 tahun," tutur dr. Sitti Zainab, Rabu (26/08) pagi.
dr. Sitti Zainab juga menguraikan enam tanda dan gejala stroke. Pertama, senyum tidak simetris (moncong ke satu sisi), tersedak, sulit menelan air minum secara tiba-tiba. Kedua, gerak separu anggota tubuh melemah tiba-tiba. Ketiga, bicara pelo atau tiba-tiba tak dapat bicara atau tak mengerti kata-kata, bisa juga bicara tidak nyambung.
Keempat, kebas atau baal atau kesemutan separuh tubuh. Kelima, rabun pandangan, satu mata kabur yang terjadi tiba-tiba. Serta Keenam, sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba dan tidak pernah dirasakan sebelumnya, gangguan fungsi keseimbangan seperti berputar, gerakan sulit dikoordinasi (tremor atau gemetar, sempoyongan).
Ilustrasi. (Foto/Net)
"Pemicu paling sering itu hipertensi. Termasuk masyarakat yang memiliki faktor genetik atau keturunan dengan hipertensi, diabetes serta jantung juga merupakan pemicu terjadinya stroke," papar dia.
Apabila ditemukan ada salah satu gejala di atas, dr. Sitti Zainab menyarankan untuk segera mendatangi rumah sakit. Segera ke IGD untuk diberikan penanganan dari dokter saraf.
dr. Sitti Zainab juga memberikan penjelasan terkait bagaimana mencegah stroke, yakni dengan mengontrol faktor risiko terjadinya stroke. Dari mengontrol darah tinggi, kencing manis, merokok, hiperlipidemia, alkohol dan penyakit jantung.
Dokter yang juga aktif di PB RSUD Provinsi Sulawesi Barat itu mengatakan, risiko stroke sebenarnya dapat ditekan secara signifikan melalui perubahan gaya hidup yang terstruktur dan konsisten. Berdasarkan panduan edukasi kesehatan terkini, dr. Sitti Zainab menguraikan beberapa pilar utama yang menjadi benteng pertahanan tubuh dalam mengantisipasi serangan stroke;
1. Pembatasan Asupan Garam (Natrium)
Tingginya konsumsi garam merupakan salah satu pemicu utama hipertensi—faktor risiko nomor satu penyebab stroke. Masyarakat dianjurkan untuk membatasi asupan garam hingga kurang dari 2,5 gram sehari (setara dengan 1/2 sendok teh) guna menjaga tekanan darah tetap stabil.
2. Pengaturan Pola Makan Nutrisi Tinggi
Perubahan pola makan menjadi aspek krusial berikutnya. Mengadopsi diet tinggi sayur, buah-buahan, gandum, serta biji-bijian membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dan mencegah pembentukan plak pada pembuluh darah.
3. Olahraga Teratur dan Terukur
Aktivitas fisik memainkan peranan penting dalam memperlancar sirkulasi darah dan menurunkan tekanan darah. Melakukan olahraga ringan hingga sedang minimal 30 menit per sesi, 3 kali seminggu terbukti efektif menjaga kebugaran sistem kardiovaskular.
4. Komitmen Berhenti Merokok
Zat racun dalam rokok dapat merusak dinding pembuluh darah serta mempercepat pembekuan darah. Menghentikan kebiasaan merokok adalah langkah mutlak (Time to quit!) untuk melindungi jaringan otak dari risiko penyumbatan.
"Kelima, cukupi istirahat harian. Tidur yang cukup dan berkualitas selama 6 hingga 8 jam per hari sangat dibutuhkan tubuh untuk proses pemulihan organ, menstabilkan metabolisme, serta menjaga tekanan darah tetap terkontrol. (*/Naf)








