Advertorial

Kesbangpol Sulbar Terima Kunjungan Eks Napi Terorisme

Wacana.info
(Foto/Dinas Kominfo, Persandian dan Statistik)

MAMUJU--Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulawesi Barat menerima kunjungan Nasrullah, eks narapidana terorisme bersama Joko S yang mantan anggota Jamaah Islamiyah. Kepala Badan Kesbangpol Sulawesi Barat, Darwis Damir menerima Nasrullah dan Jokos S di kantor Badan Kesbangpol Sulawesi Barat, Selasa (03/02).

Baik Nasrullah maupun Joko S menyebut, kunjungannya itu juga dijadikan momentum mempererat silaturrahmi. Keduanya yang didampingi Kasatgaswil Densus 88 AT, AKBP Soffan Anshari.

Dalam kesempatan tersebut, Darwis Damir banyak menguraikan sejumlah program bantuan pemerintah yang dapat dimanfaatkan oleh Nasrullah dan Joko S. Dari program di sektor pertanian, perkebunan, hingga program listrik gratis.

"Kami di Kesbangpol ini sifatnya hanya memfasilitasi. Adapun kebutuhan dari Pak Nasrullah dan Pak Joko, nanti kami komunikasikan ke OPD terkait," tutur Darwis dalam keterangannya.

Agenda tersebut, sambung Darwis, sekaligus jadi tindak lanjut pertemuan lintas sektor yang diinisiasi Kesbangpol Sulawesi Barat beberapa waktu lalu. Salah satu poin rekomendasi pada pertemuan tersebut adalah tentang bagaimana menyalurkan program bantuan pemerintah khususnya kepada masyarakat Sulawesi Barat yang pernah terpapar paham radikalisme.

"Juga jadi langkah kongkret pemerintah daerah dalam progran deradikalisasi. Sebuah penegasan atas komitmen Pak Gubernur dalam mempercepat pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan dan perlindungan sosial," demikian Darwis Damir.

Di kesempatan yang sama, AKBP Soffan Ansyari menekankan pentingnya sinergi antarlembaga dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Sulawesi Barat. Menurutnya, Kesbangpol memiliki peran krusial dalam garda terdepan pencegahan.

“Peran Kesbangpol sangat vital dalam melakukan cegah dini dan deteksi dini terhadap penyebaran IRET di Sulawesi Barat," kata dia.

Sufyan menambahkan, kolaborasi ini diharapkan dapat mempersempit ruang gerak kelompok-kelompok yang ingin memecah belah persatuan melalui paham radikal. (*/Naf)