Advertorial

Eks Anggota Jamaah Islamiyah Inisiasi Kebun Semangka

Wacana.info
(Foto/Satgaswil Sulbar Densus 88 AT)

MATENG--Program deradikalisasi dan pembinaan jangka panjang adalah hal yang mesti diperlukan bagi para mantan anggota jaringan Jamaah Islamiyah (JI). Seperti yang dilakukan oleh Satgaswil Sulawesi Barat Densus 88 AT kepada Joko S, eks anggota JI di Kabupaten Mamuju Tengah.

Kini, Joko S diketahui sedang menikmati proses hidup sebagai seorang petani semangka. Di tempatnya bermukim, Dusun Tallungallo, Kecamatan Tobadak, Mamuju Tengah, Joko telah menginisiasi kebun semangka bersama sejumlah warga sekitar.

Dalam keterangannya, Kasatgaswil Sulawesi Barat Densus 88 AT, AKBP Soffan Anshari menjelaskan, JI sebelumnya merupakan organisasi besar yang memiliki banyak anggota. Baginya, perlu ada pendampingan atau penasihat agar para eks anggota JI itu memiliki tanggung jawab sosial.

"Perlu dipahami bahwa secara pemikiran, mantan anggota JI masih memerlukan pembinaan dan kontrol dalam jangka panjang. Komitmen mereka (terhadap NKRI) masih perlu dibuktikan," tutur AKBP Soffan, Jumat (30/01).

Seperti diketahui, organisasi JI telah membubarkan diri sejak pertengahan 2024 yang lalu. Mantan anggota JI yang sudah kembali ke tengah masyarakat diperkirakan mencapai ribuan orang. 

Dalam kaitan tersebut, AKBP Soffan mengatakan, Joko S adalah contoh mantan anggota JI yang telah diikutkan dalam program pembinaan dan deradikalisasi, meninggalkan paham radikal melalui tahapan rehabilitasi, re-edukasi, dan reintegrasi sosial.

"Salah satunya dengan inisiasi dari yang bersangkutan untuk kembali ke masyarakat dengan ide yang positif. Kami tentu memberi dukungan untuk hal-hal yang seperti itu," tutup AKBP Soffan Anshari.

Sementara itu, Joko S dalam pengakuannya menegaskan komitmennya untuk berkontribusi bagi daerah lewat insisiasinya di atas. Menurutnya, menjadi petani semangka dengan melibatkan warga sekitar merupakan bukti besarnya kecintaan pada daerah, bangsa dan negara.

"Jadi, ini adalah langkah kecil yang semoga memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar. Insisiasi ini juga jadi salah satu pembuktian betapa semangat kebangsaan itu telah jadi satu-satunya alasan saya untuk berbuat," begitu Joko S dalam keterangannya. (*/Naf)