Peran Kemenag untuk Sulbar yang Aman dan Tentram
PASANGKAYU--Secara umum, wilayah provinsi Sulawesi Barat relatif dalam keadaan yang aman dan tentram. Di situasi itu, peran Kementerian Agama (Kemenag) tak boleh dipadang sebelah mata.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat Junda Maulana, mengakui, Kemenag Sulawesi Barat telah berkontribusi nyata dalam menjaga kondusifitas daerah. Hal itu disampaikan Junda saat mewakili Gubernur Suhardi Duka pada upacara peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia ke-80 di lapangan upacara Kantor Bupati Pasangkayu, Sabtu (03/01).
“Saya atas nama pemerintah memberikan apresiasi kepada Kanwil Kemenag Sulbar yang selama ini telah berkontribusi besar. Kita ketahui bersama bahwa Sulbar berada dalam kondisi yang aman dan tenteram,” ujar Junda Maulana
Upacara hari itu diikuti kurang lebih 4 Ribu peserta. Terdiri dari jajaran Kementerian Agama kabupaten se-Sulawesi Barat. Kehadiran ribuan peserta tersebut menjadikan peringatan HAB Kemenag ke-80 berlangsung khidmat dan semarak.
Junda pun mengapresiasi Kanwil Kemenag Sulawesi Barat yang mampu menghadirkan ribuan ASN Kemenag dari seluruh kabupaten di Sulawesi Barat. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan dampak positif, khususnya bagi Kabupaten Pasangkayu.
“Saya tidak menyangka kehadiran peserta bisa mencapai kurang lebih 4 Ribu orang dari seluruh Kemenag kabupaten se-Sulbar. Tentu ini memiliki multiplier effect, khususnya bagi Kabupaten Pasangkayu,” sambungnya.
Peringatan Hari Amal Bhakti ke-80, harap Junda, dapat dijadikan momentum refleksi di tengah tantangan global, khususnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang kini memengaruhi berbagai sendi kehidupan.
Ia menyoroti pesan Menteri Agama RI dalam sambutan yang menekankan pentingnya pemanfaatan AI secara bijak oleh jajaran ASN Kementerian Agama, terutama untuk kepentingan dakwah dan kemaslahatan umat.
“Tadi dalam sambutan Menteri Agama ditekankan agar ASN Kemenag menggunakan AI secara bijak, termasuk untuk konten syiar agama, konten kebaikan, dan kemaslahatan masyarakat. Ini harus digiatkan melalui AI,” jelas Junda Maulana.
Junda Maulana mengingatkan, jika teknologi tidak dimanfaatkan untuk hal-hal positif, maka potensi penyalahgunaan AI untuk kepentingan negatif akan semakin besar.
“Jangan sampai kita kurang memanfaatkan AI untuk kebaikan, sehingga justru dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak baik,” tegasnya.
Peringatan HAB Kemenag ke-80 ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi seluruh elemen dalam membangun umat demi kemaslahatan, kesejahteraan, dan ketenteraman Negara Republik Indonesia, khususnya di Provinsi Sulawesi Barat. (*/Naf)








