Di Kendari Saling Lempar Kursi, PAN Sulbar yang Memanas

MAMUJU--Semua juga tahu bagaimana panasnya atmosfer di arena Kongres ke-V PAN yang digelar di Kendari, Sulawesi Tenggara beberapa waktu lalu. Di sana, Zulkifli Hasan menegaskan dominasinya di forum yang diwarnai aksi saling lempar kursi tersebut.
Kongres yang berpusat di hotel Claro, kota Kendari itu, Zulkifli meraih 331 suara, sementara Mulfachri Harahap dengan 225 suara, serta Drajad Wibowo yang harus puas dengan raihan 6 suara.
Kongres ke-V PAN tersebut rupanya berimbas ke Sulawesi Barat. Semua bermula ketika sekretaris tim Pilkada pusat, DPP PAN, Yandri Susanto yang menyebut, rekomendasi pencalonan Yaumil Ambo Djiwa di Pemilukada Pasangkayu resmi dicabut.
Kepada WACANA.Info, Yaumil dalam upayanya memperoleh restu PAN untuk maju di Pemilukada Pasangkayu itu dinilai tak sejalan dengan hasil kesepakatan kongres PAN.
"Yang jelas (Yaumil) tidak seiring sejalan ketika kongres. Mereka membangkang dari kesepakatan untuk sama-sama mendukung Bang Zul (Zulkifli Hasan). Oleh karena itu, kita tetap fokus untuk mendukung saudaraku Pak Arman Salimin untuk maju di Pilkada Pasangkayu," beber Andri, Jumat (14/02) lalu.
Yaumil sendiri menampik tudingan tersebut. Ia menegaskan, tak ada hubungannya antara upayanya untuk memperoleh dukungan PAN dengan pelaksanaan kongres partai berlambang matahari itu. Yaumil yang ketua DPD II Golkar Pasangkayu, murni sekadar berikhtiar untuk memperoleh restu PAN untuk bertarung di Pemilukada tahun 2020.
Aksi Saling Lempar Kursi di Arena Kongres ke-V PAN. (Foto/suara.com)
"Yang mengatakan tidak sejalan itu, saya akui memang benar. Tidak bisa sejalan. Saya ini kan orang Golkar, sementara mereka orang PAN," kata pria yang politisi senior Golkar itu. kata Yaumil baru-baru ini.
Nama sekretaris DPW PAN Sulawesi Barat, Arman Salimin pun terseret-seret dalam kisruh pencabutan rekomendasi untuk Yaumil. Adalah ketua Plt ketua DPW PAN Sulawesi Barat, Muhammad Asri Anas yang mengungkap keterlibatan Arman dalam persoalan itu.
Meski kata Asri, pencabutan rekomendasi untuk Yaumil di atas belum sepenuhnya resmi.
"Emang udah ada pengurus baru ?. Itu euforia kemenangan aja, sebab ketua DPD PAN Pasangkayu tidak mendukung Zulkifli Hasan. Pertanyaannya, kapan dicabut ?. Emang ada SK pencabutan ?. Itu provokasi Arman Salimin aja kali, sebab dia marah tidak dapat rekomendasi di Pasangkayu," ujar Asri Anas yang dihubungi via WhatsApp, Senin (17/02).
Selain kepada Yaumil, PAN juga menerbitkan rekomendasi pencalonan untuk Pemilukada Pasangkayu ke Arman Salimin. Di mata Asri, Arman idealnya bercermin pada hasil Pemilu April tahun lalu sebelum benar-benar tegas dalam niatnya menuju kontestasi pemilikan Kepala Daerah di ujung utara provinsi Sulawesi Barat itu.
"Harusnya Arman bisa mengukur baju di badan. Calon DPRD provinsi aja suara 2 Ribu mau maju Bupati. Emang siapa mau ambil dia jadi wakil ?. Kita tunggu aja tim Pilkada DPP PAN, kan proses masih berjalan," tutup Muhammad Asri Anas.
Posisi Asri di Tubuh PAN Sulbar Terancam
Dikutip dari Kompas.com, Asri Anas merupakan sosok yang amat sangat penting dalam suksesi Mulfachri Harahap di arena kongres ke-V PAN di Kendari. Buktinya, mantan anggota DPD-RI itu diplot sebagai koordinator tim pemenangan Mulfachri Harahap.
Arman Salimin yang dihubungi via sambungat telepon menegaskan, Asri Anas untuk kursi Plt ketua DPW PAN Sulawesi Barat saat ini sedang dalam posisi yang rawan.
"Asri sebentar lagi di cabut Plt sebagai ketua wilayah," sebut Arman Salimin.
Rekomendasi Pencalonan dari PAN untuk Arman Salimin. (Foto/Istimewa)
Keberpihakan Asri di arena kongres PAN beberapa waktu lalu, kata Arman, bikin kepercayaan Zulkifli Hasan kepada pria asli Tapango, Polman itu mulai memudar.
"Asri Anas ketua karena dipercaya sama Zulkifli Hasan. Karena Zulkifli Hasan sudah tidak percaya sama Asri, maka zulikifl Hasan tidak mungkin lagi ditunjuk jadi ketua DPW," cetus Arman Salim yang mantan Wakil Ketua DPRD Sulawesi Barat itu.
Tudingan Asri tentang keterlibatannya dalam proses pencabutan rekomendasi untuk Yaumil ditanggapi santai oleh Arman.
"Memangnya yang ngomong soal pencabutan rekomendasi untuk Pak Yaumil itu saya ?. Kan Bang Yandri sendiri yang bicara tentang itu," pungkas Arman Salimin. (Naf/A)