Hanya Sutinah Suhardi yang Merapat ke PBB

Gelora: Kalau Tak Bisa Jadi Calon Kepala Daerah atau Wakil, Minimal Jadi Tim Koalisi Utama

Wacana.info
Hajrul Malik Saat Menerima Mandat Sebagai Ketua DPW Partai Gelora Sulawesi Barat. (Foto/Facebook)

MAMUJU--Ormas Garbi akhirnya bertranformasi menjadi partai politik. partai Gelora jadi wadah politik yang diiisasi oleh para mantan politisi PKS itu.

Oleh pengurus pusat partai Gelora, Hajrul Malik dimandat sebagai ketua DPW Gelora di Sulawesi Barat. Itu jadi salah satu poin keputusan pada silaturrahmi nasional partai Gelora yang digelr di Jakarta belum lama ini.

Kepada WACANA.Info, Hajrul menegaskan, Gelora akan menjadikan momentum Pemilukada serentak tahun 2020 mendatang sebagai titik start pembuktian eksistensi partai tersebut menuju Pemilu tahun 2024 yang akan datang.

Kata Hajrui, ada beberapa rekomendasi utama hasil silaturrahmi nasional partai Gelora belum lama ini. Meminta pengurus Gelora untuk maju sebagai kandidat Kepala Daerah atau Wakil Kepala Daerah, atau menjadi tim pendukung utama dalam memenangkan kandidat yang didukung.

"Misalkan, bagi keder yang berpeluang menjadi calon Kepala Daerah. Kalau tidak bisa, menjadi calon Wakil Kepala Daerah. Kalau tidak keduanya, Gelora harus menjadi tim utama," sebut Hajrul, Selasa (12/11).

Selain itu, salah satu amanat silaturrahmi nasional partai Gelora ialah meminta pengurus di tingkat wilayah untuk segera membentuk struktur kepengurusan partai Gelora hingga ke tingkat kecamatan.

Hajrul yang eks Sekretaris DPW PKS Sulawesi Barat itu juga menyebut, pihaknya akan fokus pada dua gelaran Pemilukada serentak yang bakal digelar di Sulawesi Barat tahun depan; Mamuju dan Pasangkayu.

"Kami berharapnya, di sana yang dimaksimalkan. Walaupun Pemilukada Majene dan Mateng juga akan terus diupayakan," tandas Hajrul Malik.

PBB hanya untuk Sutinah Suhardi

Kandidat bakal calon Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi begitu optimis rekomendasi usungan dari Partai Bulan Bintang (PBB) bakal ia kantongi. Apalagi dengan fakta bahwa Sutinah jadi satu-satunya figur yang secara resmi mengikuti proses penjaringan bakal calon Kepala Daerah di DPC PBB kabupaten Mamuju.

Ketua DPC PBB Mamuju, Muhammad Nur menegaskan, bahwa partainya telah membuka pendaftaran secara terbuka. Ia pun menggaransi, figur yang mendaftar saja yang akan direkomendasikan di Pemilukada Mamuju tahun depan. 

Prespektif Mamuju Atas Nama Sutinah Suhardi Saat Mendaftar ke DPC PBB Mamuju. (Foto/Perspektif Mamuju)

"Proses penjaringan di PBB sangat terbuka dengan waktu yang cukup lama. Ketentuan internal badan penjaringan itu hanya akan merekomendasikan figur yang mendaftar. Sampai batas waktu yang ditentukan, hanya ibu Sutinah Suhardi yang mendaftar. Maka secara otomatis, hanya ibu Sutinah pula yang akan kami usung di Pilkada Mamuju," beber Muhammad Nur, seperti dikutip dari rilis media prespektif Mamuju.

"Tidak ada ketentuan lain di luar yang telah diproses oleh DPC lewat badan penjaringan. Termasuk tidak akan membuka dan memperpanjang masa pendaftaran. Sudah ditutup dan rekomendasi tentu tidak mungkin diberikan selain kepada ibu Sutinah," pungkas dia.

Statemen dari Ketua DPC PBB Mamuju di atas kian meneguhkan optimisme kubu Sutinah Suhardi dalam menatap Pemilukada Mamuju. Pernyataan sikap PBB tersebut diyakini bakal mempertegas kekuatan politik yang berada di belakang suksesi perempuan yang akrab disapa Tina itu.

"Kita ucapkan terima kasih atas apresiasi dan komitmen Pak Ketua DPC PBB Mamuju beserta badan penjaringan yang telah menyatakan hanya akan mengusung Sutinah selalu pendaftar tunggal di PBB Mamuju. Ini tentu sangat berarti bagi progres perjalanan Sutinah menuju Pilkada 2020. Insya Allah kita optimis sudah melampaui batas minimum enam kursi yang dipersyaratkanm," begitu penjelasan Direktur Prespektif Mamuju, Yuslifar. (*/Naf)