Tahun Depan, Program BSPS Sasar 5 Ribu Rumah se-Sulbar

Wacana.info
Kepala SNVT Penyediaan Perumahan Sulawesi Barat, Iskandar Ismail. (Foto/Herwan)

MAMUJU--Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk tahun 2019 ini sudah hampir rampung 100 Persen. Sebanyak 4.500 penerima bantuan se-Sulawesi Barat merasakan program dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk tahun 2019 ini.

Kepala SNVT Penyediaan Perumahan Sulawesi Barat, Iskandar Ismail menjelaskan, sejumlah kendala memang mengiringi pelaksanaan program BSPS itu. Meski demikian, semuanya bisa diselesaikan dan Desember tahun ini 4.500 penerima bantuan se Sulawesi Barat itu diharapkan sudah bisa merasakan manfaat dari program tersebut.

"November ini sudah banyak yang 100 Persen selesai. Jadi sudah bisa dimanfaatkan oleh masing-masing penerima bantuan dengan baik. Harapannya mereka dapat bersinergi melakukan proses pemberdayaan dan bergotong royong di dalam proses pelaksanaannya," beber Iskandar saat ditemui di sela-sela aktivitasnya di Matos hotel Mamuju, Selasa (19/11).

Untuk tahun 2020 mendatang, jumlah penerima bantuan untuk program BSPS itu diproyeksikan bakal bertambah. Iskandar Ismail mengungkapkan, sebanyak 5 Ribu penerima bantuan untuk Sulawesi Barat di tahun 2020 nanti.

"5 Ribu penerima bantuan tahun depan. Itu tersebar di enam kabupaten. Harapan kita kedepan semoga di 2020 anggarannya bertambah lagi untuk menyelesaikan RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) yang masih banyak di Sulbar. Sehingga masyarakat kita yang tidak mampu dalam hal ini MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) untuk dapat memperbaiki rumahnya, bisa kita bantu secara maksimal," tutur dia.

Sebanyak 5 Ribu penerima bantuan program BSPS untuk tahun 2020 di atas memang belum secara rinci menyebutkan kuota di masing-masing kabupaten. Oleh Iskandar, penetuan sebaran penerima bantuan program BSPS akan diputuskan lewat SK yang diterbitkan Maret tahun depan.

"Belum ada rinciannya. belum ada SK-nya. Paling lambat di bulan Maret 2020 baru terbit SK. Pendataannya sudah kita mulai sejak tahun ini. Masing-masing daerah sudah mulai menginput datanya melalui aplikasi khusus," ujar Iskandar. (*/Naf)