Pelari Membludak, Ekonomi Bergerak: Mamuju Run Gairahkan UMKM dan Okupansi Hotel
MAMUJU--Penyelenggaraan ajang lari Mamuju Run 2026 kini tak lagi sekadar panggung kompetisi olahraga semata. Event tersebut kini telah bertransformasi menjadi mesin penggerak ekonomi daerah yang terbilang cukup ampuh.
Perhelatan Mamuju Run 2026 tidak hanya memikat ribuan pencinta olahraga, tetapi juga memberikan efek ganda yang nyata bagi sektor UMKM, perhotelan, hingga industri jasa transportasi lokal.
Sejak beberapa hari sebelum peluit start dibunyikan, denyut perekonomian di Mamuju mulai menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Tingginya mobilitas peserta yang datang dari luar daerah menjadi pemicu utama cairnya perputaran uang.
Kehadiran para pelari bersama keluarga dan tim pendukung tak hanya memadati rute lari, melainkan juga memicu lonjakan tingkat keterisian (okupansi) kamar di beberapa hotel dan penginapan yang ada di Bumi Manakarra ini.
"Dari informasi yang kami peroleh, kamar hotel dan penginapan yang ada di Mamuju sudah mulai terisi. Para peserta yang datang dari luar kota kini mulai berdatangan. Sebagian besar dari mereka sudah melakukan pemesanan kamar jauh hari sebelum pelaksanaan event," tutur founder Mamuju Run Ibnu Abadi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (06/11).
Sektor UMKM menjadi salah satu pihak yang paling merasakan dampak manis dari tingginya antusiasme peserta. Di sekitar area race central dan titik-titik keramaian, para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah itu mulai memanen rezeki. Stan kuliner khas daerah, cinderamata, hingga produk kraf lokal mulai dipadari pengunjung yang ingin membawa pulang oleh-oleh.
"Sentra-sentra kuliner dan warung makan lokal juga mulai dipadati oleh pengunjung," sambung Ibnu Abadi.
Terpisah, ketua BPD HIPMI Sulawesi Barat, Muh. Zulfikar Suhardi menjelaskan, perpaduan antara semangat hidup sehat, perlindungan keselamatan yang ketat, hingga pemberdayaan ekonomi lokal, Mamuju Run 2026 diharapkan mampu meninggalkan kesan positif sekaligus memberikan manfaat nyata bagi pergerakan ekonomi dan budaya olahraga di Kabupaten Mamuju.
"Mamuju Run bukan lagi sekadar ajang adu kecepatan atau gaya hidup sehat semata, melainkan instrumen strategi pengembangan ekonomi daerah. Dengan mengawinkan konsep olahraga dan pariwisata, kami berupaya mengemas event ini agar memiliki daya tarik yang berkesinambungan. Kita berharap, setiap langkah kaki para pelari di jalanan kota tidak hanya membawa kebugaran fisik, tetapi juga meninggalkan jejak kesejahteraan bagi masyarakat lokal," terang Muh. Zulfikar Suhardi.
Ketua panitia Mamuju Run 2026, Rafiulnur Arsa menambahkan, mobilitas peserta dari luar kota juga memberi napas segar bagi sektor transportasi dan jasa pendukung lainnya. Mulai dari layanan transportasi publik, angkutan sewa, hingga moda transportasi antarkota yang mengalami peningkatan volume penumpang.
"Sebagian peserta yang memanfaatkan momentum perlombaan sekaligus untuk berwisata, mendatangi destinasi favorit, serta membelanjakan uang mereka di berbagai sektor jasa ekonomi lokal," tutur Rafiul, pria yang juga ketua BPC HIPMI Mamuju itu.
Melalui perpaduan antara semangat olahraga dan pariwisata, Mamuju Run 2026 diharapkan mampu menjadi stimulus bagi penguatan ekonomi daerah.
"Kami berharap, momentum positif ini dapat terus dijaga guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan di masa mendatang," demikian Rafiulnur Arsa.
Mamuju Run 2026 bakal digelar Minggu, 8 November 2026. 4.500 peserta diprediksi akan mengikuti event lari terbesar di Provinsi Sulawesi Barat itu. (*/Naf)









