Proyeksi PAD 2027 di Angka Rp 738 Miliar
MAMUJU--"Pemprov Sulbar telah menetapkan target dan sasaran indikator makro pembangunan tahun 2027 yang optimis, terukur dan tetap realistis,". Hal itu disampaikan Sekrretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana saat mewakili Gubernur Suhardi Duka, di rapat paripurna DPRD dengan agenda penjelasan gubernur terhadap Ranperda tentang APBD tahun anggaran 2027.
Rapat paripurna hari itu dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Sulawesi Barat, Suraidah Suhardi dan dihadiri sejumlah anggota DPRD serta para Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di kantor DPRD Sulawesi Barat, Selasa (06/10).
Juna membeberkan, target-target indikator makro itu bukan sebatas deretan angka semata. Ia merupakan komitmen bersama yang harus diwujudkan melalui kebijakan pendapatan, belanja dan pembiayaan daerah.
"Laju pertumbuhan ekonomi misalnya kita targetkan mencapai 6,20 Persen, tingkat kemiskinan diarahkan pada angka 8,82 Persen dan begitupun pertumbuhan investasi diproyeksikan sebesar 9,50 Persen," terang Junda.
Junda menambahkan, rancangan APBD tahun 2027 ini disusun dengan mengacu pada besaran pendapatan, belanja dan pembiayaan sesuai yang tertuang dalam KUA-PPAS.
"Seperti pendapatan daerah ditargetkan bisa mencapai Rp 1.911.515.728 dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 738 Miliar lebih. Begitupun pendapatan sah lainnya ditargetkan sebesar Rp 4 Miliar lebih," Junda merinci.
Sementara itu, belanja daerah dialokasikan sebesar Rp 1 Triliun lebih, naik 0,30 Persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
"Kondisi ini tidak dinafikan dengan kemampuan fiskal daerah yang mengalami efesien seperti tahun ini yang juga dialami seluruh daerah di Indonesia," kata dia.
Selanjutnya, Ranperda APBD tahun anggaran 2027 diserahkan ke DPRD Sulawesi Barat untuk kemudian dibahas di tingkatan selanjutnya.
"Pemprov Sulbar terus berkomitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat agar penggunaan Anggaran tepat sasaran," pungkas Junda Maulana. (*/Naf)








