Almarhumah Hj. Fauziah Maricar dalam Kenangan Enny Anggraeni

Wacana.info
Enny Anggraeni Anwar dan Hj. Fauziah Maricar. (Foto/Facebook)

MAMUJU--"Saya kira bukan hanya keluarga saja yang merasa kehilangan. Seluruh masyarakat Sulbar pun kehilangan sosok penyabar dan baik hati itu,".

Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Enny Anggraeni Anwar mengenang sosok Almarhum Hj. Fauziah Maricar, istri Wakil Gubernur Sulawesi Barat periode 2011-206, Aladin S Mengga. Ditemuai di Rujab Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Enny banyak berkisah tentang apa dan bagaimana Almarhumah dalam pergaulan sosialnya.

Lima tahun lamanya Enny Anggraeni sepaket dengan Almarhumah. Di perode 2011-2016 itu, Sulawesi Barat dipimpin oleh Gubernur Anwar Adnan Saleh, suami Enny dan Wakil Gubernur Aladin S Mengga yang suami Almarhumah. Maka wajar jika Enny punya setumpuk cerita tentang sosok Almarhum Hj. Fauziah Maricar.

"Selama kami bersama, kami tidak sekalipun terlibat masalah. Makanya kami merasa sangat kehilangan sekali sebenarnya. Dan perlu diketahui, kami sama-sama, Beliau istri Wakil Gubernur, saya istri Gubernur, kami selalu berdampingan. Tidak pernah ada perselisihan, tidak pernah ada salah-salah kata. Kami sekalu seiring sejalan. Dan kami selalu berbagi tugas," tutur Enny kepada WACANA.Info, Senin (12/07).

Enny dan Almarhumah ibarat sepasang sayap merpati; saling melengkapi. Diakui Enny, peran Almarhumah begitu vital dalam suksesi program pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di periode tersebut. Utamanya saat Enny terpilih sebagai Anggota DPR RI.

"Sampai hari ini, Beliau itu masih ada di grup arisan. Masih berjalan kami punya grup arisan itu. Dan Beliau kadang-kadang datang dari Polman hanya untuk ikut arisan. Kami jalan-jalan, Beliau masih ikut. Tahun kemarin kami ke Malang dengan teman-teman grup arisan, Beliau masih ikut. Kemana-mana kita selalu sama-sama. Tidak pernah berselisih. Bahkan saya merasa ringan beban saya karena ada yang membantu. Saya di DPR RI, Beliau menjalankan tugas sebagai Ketua Tim Penggerak PKK. Kami selalu berbagi tugas sama-sama," urai Enny Anggraeni.

Mempersembahkan kejutan istimewa di hari ulang tahun Almarhumah jadi momen tak terlupan bagi Enny Anggraeni. Waktu itu, pasangan Anwar Adnan Saleh dan Aladin S Mengga baru saja dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Barat tahun 2011 silam.

Meski terhitung baru bersama, sosok Alarhumah mampu memberikan kesan kedekatan yang begitu nyata. Kata Enny, itu membuktikan betapa sosok Almarhumah punya kepribadian yang sangat baik, rendah hati dan mudah bergaul.

Wakil Gubernur Sulbar, Enny Anggraeni Anwar. (Foto/Manaf Harmay)

"Waktu pelantikan Bapak (Anwar Adnan Saleh), kalau tidak salah bulan Desember (2011) yah, periode keduanya Beliau. Kami itu kalau tidak salah bulan Januari (2012). Yah karena niatnya syukuran, kami jalan-jalan. Semua dengan ibu-ibu kami bawa jalan-jalan ke Malaysia dan Singapura. Dengan Beliau (Almarhumah) kan masih baru dengan kami, baru satu bulan. Jadi waktu itu kami memberikan kejutan yang sangat luar biasa untuk Almarhumah. Waktu hari ulang tahunnya kalau tidak salah pas di Singapura. Waduh, Beliau juga tidak menyangka bahwa akan kami buatkan seperti itu," beber Enny.

"Di situ Beliau kedekatannya dengan kami itu langsung terasa. Padahal baru sebulan. Dan Alhamdulillah, lima tahun aman. Sampai meninggal pun hungan kami kami tetap baik," sambungnya.

Enny menambahkan, bahkan hingga tak lagi menduduki jabatan pemerintahan, Almarhumah masih merawat hubungan yang begitu baik dengan semua orang. Enny mengaku masih sering berkunjung ke kediaman pribadi Aladin S Mengga di Kabupaten Polman.

"Kalau mampir di kediamannya di Parre'deang, Polman, itu sering. Baik dengan Bapak (Anwar Adnan Saleh) atau saya sendiri. Karena hubungan Bapak dengan Pak Aladin itu sampai sekarang masih sangat harmonis," Ennt Anggraeni Anwar menutup.

Gelar Tahlilan Secara Virtual

Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat berencana bakal menggekar tahlilan malam ketiga Almarhumah Hj. Fauziah Maricar. Jika tak ada aral melintang, Rujab Wakil Gubernur Sulawesi Barat akan jadi pusat pelaksanaannya.

Enny Anggraeni mengatakan, pihaknya sedang dalam tahap persiapan untuk agenda tersebut. Termasuk menyiapkan hal-hal yang sifatnya lebih teknis lagi.

"Mungkin 10 sampai 20 orang bisa di sini (Rujab). Nanti kita bagikan link-nya bagi pejabat lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat untuk dapat ikut via zoom. Termasuk dengan pihak keluarga," kata dia.

Hj. Fauziah Maricar menghembuskan napas terakhirnya di RS Dr. Suyoto, Bintaro, Jakarta, Minggu (11/07) sore. Beliau akhirnya menyerah setelah berjibaku melawan ganasnya Covid-19. Jenazah Almarhumah telah dimakamkan di pemakaman Islam Al Azhar Memorial Garden di Karawang, Jawa Barat, Senin (12/07) siang.

Untuk informasi, Almarhumah Hj. Fauziah Maricar lahir pada tanggal 12 Januari 1963. Ia menghadap Sang Khalik meninggalkan tiga anak, tiga menantu serta empat cucu. (Naf/A)