Innalillahiwainnailaihirojiun... Sosok Ramah dan Murah Senyum Itu Telah Pergi

Wacana.info
Hj Fauziah Maricar. (Foto/Instagram)

MAMUJU--Suara di salah satu masjid di sudut kota Mamuju sore ini baru saja mengaum. Belum juga lama ia melantunkan ayat suci, kabar duka itu pun datang.

Hj. Fauziah Maricar, istri Wakil Gubernur Sulawesi Barat periode 2011-2016, Aladin S Mengga meninggal dunia. Informasi yang diperoleh, Almarhumah menghembuskan napas terakhirnya pada Minggu (11/07) pukul 16.00 di salah satu rumah sakit di Jakarta.

Semasa hidupnya, Almarhumah dikenal sebagai sosok yang sangat ramah dan murah senyum. Ketua DPRD Sulawesi Barat, Suraidah Suhardi ingat betul senyum indah dari sosok yang gemar bersepeda itu.

"Sebagai Ketua DPRD saya ingin mengucapkan turut berduka cita yang mendalam atas wafatnya Ibu mantan Wagub Sulbar. Beliau kita kenal sebagai sosok yang sabar dan ramah terhadap sesama. Saya bersaksi, selama hidupnya Beliau orang yang baik. Saya pun mengucapkan turut berduka cita yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkanm semoga diberikan ketabahan dan keikhlasan," ucap Suraidah Suhardu kepada WACANA.Info, Senin (11/07).

Selain dikenal ramah, Amarhumah Hj. Fauziah Maricar pun dikenal sebagai sosok yang sederhana. Mudah bergaul, serta punya selera humor yang cukup tinggi.

"Beliau orang baik. Mudah bergaul siapa saja, beliau juga gemar naik sepeda, dermawan dan sangat sederhana. Pernah sekali waktu saya di rumah Beliau di Polman, saya sempat kasi ketawa. Beliau sosok yang humoris juga, terutama sama ibu-ibu," sumbang Kadis Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Sulawesi Barat, Muhammad Rahmat Sanusi.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sulawesi Barat, Herdin Ismail menambahkan, Hj. Fauziah Maricar yang berpulang merupakan duka bagi seluru masyarakat Sulawesi Barat. Bagi Herdin, Almarhumah adalah sosok yang tak pandang bulu dalam interkasi sosialnya.

"Belau orangnya sangat humble. Hangat serta tidak membedakan bedakan orang. Pada setiap Kesempatan ketika berinteraksi dengan Beliau, waktu terasa cepat sekali berlalu karena suasana menjadi sangat cair dan akrab. Saya secara pribadi merasa kehilangan atas wafatnya Beliau," sumbang Herdin Ismail.

Kabar yang beredar, Almarhumah berpulang setelah tak kuasa melawan ganasnya Covid-19. Kemungkinan besar, penyelengaraan jenazah Almarhumah bakal dilakukan sesuai protokol kesehatan.

"Kemungkinan dimakamkan sesuai protokol Covid-19. Akan dimakamkan di pemakaman khusus Covid-19 di Jakarta. Tapi kami masih menunggu dari pihak rumah sakit," begitu kata Satriawan, menantu Almarhumah via WhatsApp. (Naf/A)