ABM-Enny Dominan Baca Teks, Isra; Mau Lihat Kulit, atau Isi

MAMUJU--Salah satu momen yang jadi perhatian publik di debat publik putaran kedua kemarin ialah penampilan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Ali Baal Masdar (ABM)-Enny Anggraeni Anwar.
Penampilan Pasangan Calon nomor urut 3 itu di panggung debat nyaris didominasi tingkahnya yang terus membaca catatan. Apa yang ditunjukkan oleh ABM-Enny tersebut pun mendapat tanggapan negatif dari sejumlah pihak.
Sebagian menganggap, keduanya tak menguasai materi debat sampai harus tampil lengkap dengan catatan. Lalu, apa kata tim pemenangan ABM-Enny ?.
Sekretaris DPD Gerindra Sulawesi Barat, Isra D Pramulya menjelaskan, apa yang dipertontonkan jagoannya di debat kemarin adalah cara ABM-Enny dalam menyampaikan sejumlah penjelasan terkait materi debat. Seharusnya, kata Isra, publik melihat hal tersebut sebatas tekhnis pelaksanaan debat. Bukan jadi cerminan kualitas kepemimpinan seorang ABM dan Enny.
"Apa yang salah kalau misalnya ABM-Enny membaca catatan. Tidak ada kan ?. Itu hanya persoalan tekhnis saja. Tidak bisa dijadikan tolak ukur, apalagi sampai menyimpulkan kualitas kepemimpinan beliau. Itu soal cara menyampaikan saja," kata Isra saat dihubungi via pesan singkat whatsapp, Senin (30/01).
Dijelaskan Isra, meskipun dengan cara membaca teks, ABM-Enny terbukti mampu menguasai jalannya debat. Baik saat memberi penajaman pada visi dan misinya, maupun saat menjawab pertanyaan dari moderator dan dari Pasangan Calon lain.
"Dari pada ada Paslon yang tampil tanpa teks namun memberi penjelasan yang tidak sesuai konteks debat. Terbukti kan, bagaimana ABM-Enny mampu menjalani debat, menjawab pertanyaan secara tepat sesuai konteks dalam debat. Pilih mana, mau lihat kulit atau isi ?. Membaca teks itu sebatas kulitnya saja, tapi kan substansi penyampaiannya jauh lebih sempurna dari Paslon lain," terang Isra.
Cara ABM-Enny yang lebih banyak membaca teks saat debat dianggap sebagai karakter bawaan dari figur ABM dan Enny Anggraeni. Politisi Golkar, Marini Ariakati tak mau terlalu jauh menanggapi perihal cara ABM-Enny melewati debat publik tersebut.
"Kita tidak bisa menghakimi terkait cara masing-masing Paslon di panggung debat publik. Kalau ABM-Enny lebih banyak membaca teks, mungkin itu sudah jadi pembawaan beliau," kata Marini.
Lain lagi dengan apa yang disampaikan Sekretaris DPW PKS Sulawesi Barat, Hajrul Malik. Menurutnya, cara ABM-Enny melewati debat publik justru menimbulkan pertanyaan tersendiri, seberapa pantas ABM-Enny memimpin pemerintahan di provinsi Sulawesi Barat.
'Kalau hanya dengan membaca di forum debat, saya kira itu tidaklah elok. Ingat, forum debat itu kan forum yang istimewa. Masa sekelas calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur sebatas hanya membaca teks saja. Itu artinya, keduanya belum memahami substansi permasalahan debat di debat publik," cetus Hajrul Malik. (A/Naf)