SDK vs ABM Soal Pengembangan Ekonomi Mikro

Wacana.info
SDK dan ABM. (Foto/Ist)

MAMUJU--Suhardi Duka (SDK) dan Ali Baal Masdar (ABM) adalah 2 dari 3 figur calon Gubernur yang bakal 'saling sikat' di Pemilukada Sulawesi Barat, 15 Februari Tahun depan (satu lainnya yakni Salim S.Mengga). Tak ada yang meragukan kualitas kepemimpinan dari 2 sosok tersebut. Tolak ukurnya sederhana, baik SDK dan ABM telah khatam di kursi Bupati di masing-masing wilayah; SDK 2 periode Bupati Mamuju, ABM 10 Tahun Bupati di Polman.

Keduanya pun sudah barang tentu menyimpan niat yang tulus untuk membawa Sulawesi Barat ke arah yang lebih baik lagi. Tentu dengan visi dan misi yang telah disiapkan oleh kedua figur tersebut.

Tulisan ini secara khusus ingin membandingkan perencanaan dari SDK dan ABM bagi kehidupan pelaku ekonomi mikro di Sulawesi Barat. Jika salah satunya dipercaya menahkodai pemerintahan di Sulawesi Barat, apa yang akan dilakukan SDK atau ABM untuk memberi penghidupan yang baik kepada para pelaku ekonomi mikro di Sulawesi Barat tersebut ?.

Ditemui di salah satu Warkop di Mamuju, SDK menyebut, memberikan kemudahan akses permodalan adalah salah satu cara untuk menjawab persoalan yang masih membelit para pelaku ekonomi mikro di Sulawesi Barat. 

"Jadi, kita akan fasilitasi pelaku ekonomi mikro kita dengan memberi kemudahan untuk memperoleh akses modal. Pemerintah harus hadir untuk persoalan seperti itu," ujar SDK beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, SDK menjelaskan, pemerintah wajib memberikan perhatian lebih kepada pelaku ekonomi mikro. Menurutnya, kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah harus mampu merangsang geliat pertumuhan ekonomi mikro yang ada di Sulawesi Barat.

"Bisa juga memberikan bantuan kepada para pelaku ekonomi mikro kita. Apakah itu dititip di pihak perbankan, atau langsung ditangani oleh dinas terkait. Dengan begitu, saya yakin, pertumbuhan ekonomi mikro kita bisa berlipat ganda," jelasnya.

Ketua DPD Demokrat Sulawesi Barat itu menyebut, pelaku ekonomi mikro semestinya mendapat keberpihakan pemerintah yang berlebih. Di mata SDK, ekonomi mikro merupakan salah satu pilar utama penopang pertumbuhan ekonomi di suatu daerah.

"Saya kira, hal itu bisa kita lakukan. Kita sudah punya data pelaku ekonomi mikro di Sulbar ini, tinggal bagaimana kita membuat kebijakan yang pro kepada mereka. Dengan begitu, saya yakin kita bisa menekan angka kemiskinan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," demikian SDK.

Terpisah, ABM menyebut tumbuh kembang pelaku ekonomi mikro di Sulawesi Barat pada dasarnya telah berkembang cukup pesat. 

"Secara garis besar, pelaku bisnis ekonomi masyarakat di Sulbar adalah pelaku pasar mikro. Karenanya, mereka harus dimasukkan ke dalam kategori prioritas pondasi perekonomian Sulbar," jelas ABM di sela-sela kampanye-nya di Polman belum lama ini.

"Pertumbuhan pelaku ekonomi mikro di Sulbar berkembang secara signifikan. Di Polman misalnya, usaha kreatif sudah menjadi prioritas pemerintahannya ketika menjabat. Hasilnya bisa kita lihat di Wonomulyo dan Pekkabata," sambung calon Gubernur nomor urut 3 itu.

Meski telah tumbuh secara signifikan, pelaku ekonomi mikro di mata ABM masih perlu diberikan ruang yang lebih luas lagi. Jika dipercaya memimpin pemerintahan periode selanjutnya, ABM berjanji bakal membuka iklim usaha yang lebih sejuk bagi para pelaku ekonomi mikro di Sulawesi Barat.

"Jika diberi amanah, kami akan menciptakan pasar mikro secara lebih massif. Makro ekonomi yang seharusnya diimplementasikan di Sulbar adalah usaha, ekonomi dan pasar mikro yang massif. Bentuk ekonomi seperti ini akan lebih kuat karena menguatkan sendi-sendi ekonomi masyarakat secara meluas pula," tuntas ABM. (Naf/Ftr/Naf)