‘Kalau Bukan Kita, Siapa Lagi’

Wacana.info
Bupati Mamuju, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Bersama Para Penerima Penghargaan Pencipta Lagu Daerah Mamuju. (Foto/MCinema)

MAMUJU--Upaya pelestarian seni dan budaya tradisional Mamuju mesti menjadi salah satu agenda utama untuk setiap upaya pembangunan daerah. Terlebih jika melihat kondisi kekinian, dimana pengaruh budaya luar yang seolah terus menggerogoti tiap langkah para generasi saat ini.

Lewat ragam seni dan budaya tradisional itu, generasi sekarang diharap mampu untuk lebih dekat lagi dengan tiap nilai dan kearifan lokal para pendahulu. Dengan terlibat aktif dalam upaya pelsetarian seni dan budaya, generasi sekarang diharapkan mampu bertahan sekaligus mengingat tentang siapa dan darimana ia berasal.

Hal itu disampaikan putra mahkota kerajaan Mamuju, Bau Akram Dai. Saat menghadiri malam penganugrahan pencipta lagu daerah Mamuju di Nal Cafe, Sabtu (10/07). Di hadapan sejumlah tamu undangan, putra almarhum Andi Maksum Dai itu pun juga menaruh apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan penganugrahan pencipta lagu daerah Mamuju yang kata dia, bakal jadi momentum bagi generasi sekarang untuk mengenang sumbangsih para pendahulu khususnya di bidang seni dan kebudayaan Mamuju.

"Lebih istimewa lagi karena ini momentumnya HUT Mamuju. Mudah-mudahan generasi sekarang dan selanjutnya tidak kalah hebatnya dengan generasi terdahulu telah menorehkan sejarah. Generasi muda harus mampu memberikan kontribusi maksimal untuk perkembangan seni dan budaya di Mamuju, supaya kita tidak hilang di tengah semakin terkikisnya budaya asli kita," urai Bau Akram Dai.

Tetap konsisten untuk setiap upaya pelestarian seni dan kebudyaan tradisional Mamuju tentu jadi tantangan tersendiri. Menurut Bau Akram Dai, beban dan tanggung jawab itu tak semestinya hanya diberikan kepada pemerintah saja. Semua komponen masyarakat idealnya terlibat aktif dalam agenda tersebut.

"Semoga kita tetap setia dan selalu mengingkat. Generasi sekarang dan yang akan datang harus lebih berprestasi lagi. Terlibat dalam upaya membangkitkan kesenian dan kebudayaan di Mamuju.
Kalau bukan kita siapa lagi. Ini adalah warisan leluhur kita semua," pungkas Bau Akram Dai.

Biar Kita Tak Mudah Melupakan

Tujuh tokoh pencipta lagu daerah Mamuju dianugrahi penghargaan pada kegiatan yang digelar dengan penerapan protokol kesehatan malam itu. Pemerintah Kabupaten Mamuju bahkan menerbitkan SK tentang penetapan tokoh seniman pemcipta lagu Mamuju yang diteken langsung oleh Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi, dan dibacakan langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Mamuju, Usdi.

Ketujuh nama tersebut masing-masing; Andi Maksum Dai (O Pulo Karampuang), Ali Pahuddin (O Mamuju), Burhanuddin (Mubau), M. Arifin Arsyad (Manakarra Makkarama), Ahmad Zul (Lemba Tampalang), Eis Tamabitte (Baranaq Sitandiq-tandiq, serta H. Abd Muttalib Kampil (Indo Pembolongan). Inisiator malam penganugerahan pencipta lagu daerah Mamuju, Andi Saiful Rauf menungkapkan, kegiatan tersebut merupakan pengejewantahan dari diskusi panjang bersama beberapa komunitas anak muda Mamuju yang merasa mulai terusik dengan kondisi kian tergerusnya seni dan kebudayaan tradisional Mamuju dewasa ini.

"Nantinya foto-foto tujuh tokoh pencipta lagu daerah Mamuju itu baklal terpajang di musuem Mamuju. Kami pun mendorong segmen seni dan kebudayaan Mamuju dapat diakomodir kedalam kurikulum pendidikan muatan lokal bagi siswa usia sekolah," ucap Saiful Rauf.

Andi Saiful Rauf juga berharap, agenda serupa dapat menjadi kegiatan tahunan, khususnya dalam tiap peringatan HUT Mamuju. Sekaligus sebagai upaya mendukung program pemerintah berbasis kearifan lokal yang muaranya dapat menumbuhkan gairah kreativitas generasi muda untuk lebih proaktif dalam memajukan kesenian daerah.

"Kami ingin follow up kegiatan ini. Kedepan mesti ada semacam literatur tentang lagu Mamuju, baik dalam bentuk buku maupun dalam bntuk audio visual. Paling tidak bisa menjadi pegangan untuk generasi selanjutnya. Biar kita yang ada saat ini atau bagi generasi mendatang tak mudah melupakan seni dan kebudayaan kita sendiri," tutup Andi Saiful Rauf.

Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi yang turut hadir pada kegiatan tersebut didaulat untuk memberikan apresiasi penghargaan kepada masing-masing keluarga dari tujuh tokoh di atas. Tak hanya itu, secara bergantian, keluarga dari tujuh nama tersebut juga berkesempatan menyanyikan karya yang diciptakan oleh masing-masing nama di atas. (*/Naf)