Peran FKDM, Sudah Sampai Dimana ?

Wacana.info
Ketua FKDM Sulbar, Nursalim Ismail. (Foto/Manaf Harmay)

MAMUJU--Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dituntut untuk mampu tampil layaknya mata dan telinga pemerintah. Ia mesti menjadi sumber informasi untuk disikapi atau direspon oleh pemerintah.

Bercermin pada hal di atas, sudah waktunya bagi pemerintah untuk memberi ruang bagi FKDM agar dapat mengambil peran dalam proses perencanaan pembangunan di daerah. Ketua FKDM Sulawesi Barat, Nursalim Ismail mengatakan, dalam hal maksimalisasi capaian tujuan dibentuknya FKDM, pemerintah idealnya mendudukkan FKDM dalam posisi yang lebih strategis lagi.

"Kami minta penguatan program di masa mendatang. Yang bisa dilakukan adalah penguatan sistem, yang artinya FKDM itu harus masuk dalam agenda-agenda perencanaan pembangunan di daerah," tutur Nursalim Ismail di sela-sela Rakor Tim Kewaspadaan Dini daerah (TKDD) dan FKDM Sulawesi Barat di salah satu hotel di Mamuju, Rabu (7/07).

Pelaksanaan Rakor tersebut, sambung Nursalim, merupakan bagian kecil dari ikhtiar besar dalam menciptakan stabilitas daerah yang diemban FKDM. Membincang isu-isu aktual yang berkembang di masyarakat bisa dijadikan sumber informasi bagi pemerintah dalam setiap pengambilan kebijakan.

"Kita bicarakan hal apa yang menjadi isu aktual di tengah masyarakat. Karena banyak hal-hal yang saat ini bergerak sangat dinamins. Salah satu masalahnya adalah publik itu mengalami kebingungan informasi dari berbagai macam pengambilan kebijakan. Kalau ini tidak diselesaikan, bukan tidak mungkin bakal menimbulkan dampak negatif di tengah masyarakat," terang Nursalim, pria yang juga Ketua LDNU Sulawesi Barat itu.

Kepala Badan Kesbangpol Sulbar, Herdin Ismail. (Foto/Manaf Harmay)

Terpisah, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Barat, Herdin Ismail menjelaskan, Rakor TKDD dan FKDM itu dimaksudkan sebagai sarana untuk penguatan sumber informasi. Apa-apa yang butuh penanganan secara segera yang tak perlu menunggu laporan secara resmi.

"Kan yang menjadi kendala biasanya tidak cepatnya penanganan karena prosuder yang harus formal. Forum ini diharapkan kita cepat bergerak menyampaikan informasi apa yang perlu penanganan dari stakeholder yang ada," ucap Herdin.

Ia pun berkomitmen untuk tetap berada dalam barisan utama dalam hal penguatan peran FKDM. Dukungan program dan fasilitasi, kata Herdin, bisa jadi hal yang mampu menguatkan FKDM dalam setiap peran yang mesti diperankan.

"Urgensinya adalah kita mencoba menguatkan simpul kedekatan komunikasi dari anggota forum ini sehingga bisa lebih valid. Lebih cepat informasi agar penanganannya bisa juga lebih cepat," pungkas Herdin Ismail. (*/Naf)