Bertugas di Mamuju, Ini Spesifikasi KN. SAR Parikesit SAR-251

Wacana.info
KN. SAR PARIKESIT SAR - 251. (Foto/Istimewa)

MAMUJU--Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Provinsi Sulbar meresmikan KN. SAR PARIKESIT SAR - 251. Mamuju (Project number S- 041). Kapal SAR berteknologi canggih yang akan beroperasi di wilayah kerja SAR Mamuju.

Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar mengaku sangat bersyukur. Keberadaan kapal tersebut diyakini bakal memaksimalkan kerja Basarnas di Mamuju. Terelbih Sulawesi Barat yang berada di kawasan rawan bencana.

Ali Baal pun menghaturkan rasa terima kasihnya kepada Nasarnas pusat. Wajib bagi Ali menyampaikan hal itu, lantaran dari beberapa provinsi, hanya Sulawesi Barat saja yang mendapatkan bantuan kapal.

"Salah satunya ialah Provinsi Sulawesi Barat. Saya melihat fasilitasnya cukup bagus dan lengkap. Saya berharap kapal ini bisa tetap dijaga, dipelihara dan dipergunakan sebaik mungkin demi masyarakat Sulbar," ungkap Ali Baal Masdar.

Diakui Ali Baal, komunikasi dan koordinasi akan tetap dimaksimalkan oleh pemerintah provinsi dengan Basarnas pusat maupun daerah. Semua dilakukan demi keamanan dan keselamatan wilayah provinsi ke-33 ini.

"Kedepan armada laut Basarnas akan dikaji lebih jauh untuk penambahan yang tentunya disesuaikan kebutuhan di daerah," begitu kata Ali Baal Masdar.

Penjelasan seputar spesifikasi KN. SAR PARIKESIT SAR-251 dibeberkan Kepala Basarnas Mamuju, Saidar Rahman Jaya. Kata dia, bantuan tersebut merupakan kapal kelas 2 dengan tipe kapal cepat berteknologi canggih dan mampu menahan ombak.

"Kapal tersebut akan digunakan untuk membantu pertolongan di laut. Apalagi wilayah kerja SAR Mamuju merupakan daerah yang rawan bencana alam dan juga sebagai jalur ALKI dua," kata Saidar.

Di kapal tersebut, terdapat alat pertolongan dan alat selam. Sehingga teknik pencarian sudah didesain sebaik mungkin. Diyakini mampu memberikan pelayanan searching dan pencarian serta pertolongan untuk lebih baik bagi masyarakat Sulawesi Barat.

Masih kata dia, kapal SAR tersebut memiliki panjang 40 Meter, lebar 7,80 Meter. Tinggi geladak utama 3,60 Meter serta memiliki kecepatan maksimal 30 Knot. 

"Kapal berbahan alumunium ini memiliki 3 mesin 1400 hp dengan endurance 60 jam dan daya jelajah 1200 Nm dengan kecepatan 20 knot," tambah Saidar.

Terdapat 15 hingga 20 kapasitas personil yang dapat ditampung oleh kapal tersebut. Namun hingga saat ini, Saidar mengaku pihaknya masih kekurangan personil. 

Kapal tersebut akan ditempatkan di Kecamatan Kalukku, Mamuju. Pemerintah Sulawesi Barat telah menyiapkan lahan pembangunan dermaga seluas 1/2 Ha.

"Kita telah melakukan surfey dan indentifikasi mengenai rencana pemberian lahan pembangunan dermaga oleh pemerintah Sulawesi Barat," ujarnya.

"Adapun tugas lain dari kapal ini tergantung dari situasi dan kondisi dari pusat. Jika ada rekomendasi dari pusat, maka kapal bisa digunakan untuk kegiatan lain seperti kegiatan kegiatan di pemerintah provinsi. Kapal ini memang khusus diproduksi dari salah satu perusahaan yang ada di Batam, namanya PT KAS," uangkap Saidar.

Untuk informasi, di tahun 2020, Basarnas hanya menyiapkan enam unit kapal di wilayah Indonesia. Masing-masing ditempatkan di Banten, Medan, Surabaya, Maumere, Tarakan dan Sulawesi Barat. (*/Naf)