Mendorong Pemanfaatan SPBE di Pemprov Sulbar

Wacana.info
Sekprov Sulbar, Muhammad Idris. (Foto/Istimewa)

MAMUJU--"Dimohon ada kepedulian, keseriusan dan care di tiap-tiap OPD terhadap pentingnya SPBE,". Hal itu disampaikan Sekprov Sulawesi Barat, Muhammad Idris saat memimpin pertemuan tim koordinasi Sostem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), Jumat (4/06).

Muhammad Idris menjelaskan, birokrasi saat ini sudah harus memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Muarannya pelayanan publik dapat dilakukan secara mungkin. 

Secara khusus, Muhammad Idris pun meminta agar setiap OPD memiliki kepedulian dan keseriusan terhadap pentingnya SPBE.

Indikator SPBE dilakukan dalam rangka menciptakan awalan star secara bersama di lingkup pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Menurut Idris, tak hanya melalui ilmu yang dibentuk melalui SK Gubernur, tetapi lebih fokus kepada OPD yang akan didorong untuk lebih cakap menerapkan SPBE tersebut.

"SPBE ini terus kita dukung dan kita coba menyemarakkan bagaimana semua OPD dapat semakin lincah mengelola tatanan terkait urusan-urusan kita dengan adanya dukungan teknologi. Walaupun kita pahami bersama, dengan adanya pandemi Covid-19 dan gempa yang melanda Sulbar membuat impian kita bersama kemarin  menjadi terhambat," terang Idris.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kominfopers Sulawesi Barat, Safaruddin Sanusi DM mengurai, berdasarkan arahan Instruksi Presiden dalam rangka percepatan transformasi digital di lingkup pemerintah daerah, percepatan akses dan peningkatan infrastruktur digital dan penyediaan layanan internet yang memadai mesti disegerakan. Dilanjutkan dengan mempersiapkan road map transformasi digital di sektor-sektor strategis, baik di sektor pemerintahan, layanan, kesehatan, perdagangan, industri, maupun penyiaran. 

Kata Safaruddin, perlu juga dilakukan percepatan integrasi pusat data nasional, menyiapkan kebutuhan SDM talenta digital yang berkaitan dengan regulasi dan skema pendanaan serta pembiayaan. Hal tersebut juga merupakan salah satu indikator penting yang diinginkan oleh Presiden saat ini.

"Berdasarkan instruksi, lima poin penting dari Presiden Republik Indonesia sudah dapat dipahami tentang pentingnya digitalisasi saat sekarang ini, yang mana dalam lima poin tersebut dinilai sangat menunjang kinerja terhadap seluruh OPD yang ada," ucap Safaruddin. (*/Naf)