Catatan Bupati Mamuju untuk Proses Pendataan Rumah Terdampak Gempa Bumi

Wacana.info
Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi. (Foto/Ansyari)

MAMUJU--"Kami sudah rapat dengan para kepala OPD tadi. Dan ternyata rumah yang terdampak gempa itu kan sekarang sudah selesai untuk pendataan tahap pertama. Jadi tadi saya minta pihak Perkim supaya dalam melakukan pendataan itu agar lebih bagus lagi,". Hal itu disampaikan Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi, Senin (1/03).

Di hari pertamanya menjalankan tugas sebagai Bupati Mamuju, Sutinah memang menjadikan upaya penanganan korban bencana gempa bumi yang terjadi di Mamuju dan Majene sebagai fokus utamanya. Khususnya terhadap proses pendataan rumah warga yang terdampak gempa bumi berskala M 6,2 itu.

Beberapa hari yang lalu, pemerintah Kabupaten Mamuju memang telah mengumumkan daftar nama rumah warga yang terdampak gempa bumi di masing-masing kantor desa/kelurahan. Nama-nama yang diumumkan tersebut merupakan hasil pendataan tahap pertama yang dilakukan pemerintah Kabupaten Mamuju.

"Mestinya kan tidak perlu ada tahap satu atau tahap dua. Bencananya kan terjadi di waktu yang bersamaan, masa ada tahap satu tahap dua. Dan ternyata karena pada saat pendataan di awal itu masih banyak warga yang belumn terdata rumahnya, makanya saya instruksikan kepada OPD terkait untuk segera menindaklanjuti itu. Dan Alhamdulillah di pusat kita diberikan waktu untuk memasukkan lagi. Jadi saya minta untuk segera dilakukan," urai Sutinah Suhardi.

Ia pun berpesan kepada aparat pemerintahan hingga ke tingkat desa/kelurahan agar mensosialisasikan pendataan rumah warga yang terdampak ini secara maksimal. Tak boleh lagi ada alasan bagi aparat pemerintahan untuk tidak bekerja optimal dalam membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak gempa bumi.

"Kenapa mesti ada pendataan tahap dua lagi, itu karena hal ini belum tersosialisasi dengan baik. Jadi pemerintah di tingkat kelurahan dan desa untuk segera memaksimalkan proses ini. Kita semua harus bangkit," pungkas Sutinah Suhardi. (Naf/B)