Fajar Eri; Tetap Dampingi Masyarakat !

Wacana.info
Ketua umum RTIK, Fajar Eri Dianto. (Foto/Manaf Harmay)

MAMUJU--Media sosial. Belakangan jadi salah satu wadah utama bagi masing-masing tim pasangan calon Kepala Daerah untuk memaksimalkan kampanye politik jelang pelaksanaan Pemilukada Desember nanti. Di tengah badai pandemi Covid-19, ragam platform media sosial seolah dibanjiri dengan konten-konten yang berbau politik.

Sayangnya, tak sedikit pengguna media sosial yang justru menggunakan sarana tersebut secara tidak bijak. Buktinya, di banyak kasus, tak jarang publik dipertontonkan dengan aksi saling sindir, saling hujat antar pendukung pasangan calon Kepala Daerah. 

Bahkan ada yang berlanjut ke aksi kekerasan fisik yang bermula dari perdebatan di media sosial.

Ketua umum RTIK (Relawan Teknologi, Informasi dan Komunikasi), Fajar Eri Dianto berharap, di tengah kegaduhan media sosial di atas, relawan TIK diharapkan mampu memberi edukasi kepada masyarakat tentang bagaimana penggunaan media sosial yang bijak. Utamanya di musim Pemilukada seperti sekarang ini.

"Salah satu fungsi relawan TIK adalah menjembatani masyarakat untuk bisa memanfaatkan media sosial lebih bijak. Bahkan harusnya teman-teman relawan bisa mengajak masyarakat untuk bisa memilah informasi. Yang ujungnya, bisa menuntun masyarakat untuk sampai ke masa Pilkada dalam hal menentukan pilihan secara dengan bijak pula," ujar Fajar Eri yang ditemui di sela-sela kunjungannya di Mamuju, Selasa (3/11).

Satu hal penting yang mesti diperangi oleh relawan TIK, sambung Fajar Eri adalah bagaimana memberangus penyebaran berita bohong alias hoaks.

"Jangan cepat terpengaruh. Segera cari sumber beritanya, sumber datanya. Lalu pastikan bahwa ini adalah hal yang benar. Kemudian lakukan pendekatan kepada masyarakat agar tidak menyebar hoaks," sambung Fajar yang hari itu sedang berada di Nal cafe Mamuju.

Masih oleh Fajar Eri, isu krusial lain yang harus menjadi fokus relawan TIK adalah bagaimana memastikan roda perekonomian masyarakat tetap berputar pasca pandemi Covid-19 ini berlalu. Menurut Fajar, digitalisasi ekonomi saat ini merupakan sebuah keniscayaan yang idealnya sudah harus disiapkan sedini mungkin.

"Pemanfaatan media sosial saat ini juga bisa dimanfaatkan untuk mempersiapkan masyarakat utamanya pasca pandemi nanti. Tidak hanya tentang Pilkada, tapi juga tentang ekonomi digital. Nah ini adalah hal yang lebih penting lagi. Mari sama-sama kita dampingi masyarakat untuk bisa lebih cerdas memanfaatkan teknologi dan sosial media. Sebab era digital seperti sekarang ini jelas akan sangat berpengaruh pada aktivitas ekonomi masyarakat," pungkas Fajar Eri Dianto. (*/Naf)