Warisan Andi Maksum Dai untuk Pilkada Mamuju Tahun 2020

Wacana.info
Ketua KPU Mamuju, Hamdan Dangkang Melayat ke Rumah Duka Andi Maksum Dai di Makassar. (Foto/kpu-mamuju.go.id)

MAMUJU--Maradika Mamuju, Andi Mamsuk Dai berpulang. Selasa 8 September 2020 sekira pukul 20.00 malam, Raja Mamuju itu pun kembali ke haribaan Ilahi. Setelah berjuang melawan penyakit yang Beliau derita, Andi Maksum Dai, pria 77 Tahun itu akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di RS Akademis Jaury Jusuf Putra Makassar, Sulawesi Selatan.

Seluruh lapisan masyarakat, khususnya warga Mamuju jelas berduka atas kenyataan tersebut. Pria yang dikenal begitu bersahaja ini benar-benar telah tiada. Duka mendalam juga dirasakan penyelenggara Pilkada tahun 2020; KPU Kabupaten Mamuju.

Mandiri, Adil, Cerdas demOkratis dan Aman, merupakan akronim dari MACOA; tagline Pilkada Mamuju tahun 2020. MACOA juga disemogakan menjadi sprit utama bagi semua pihak yang terlibat di momentum pesta demokrasi lima tahunan ini.

Dikutip dari kpu-mamuju.go.id, KPU Mamuju melibatkan banyak pihak sebelum menentukan tagline Pilkada Mamuju di atas. Sebab, tagline tersebut haruslah merepresentasikan nilai luhur dari budaya Mamuju, dan tetap relevan dengan kondisi di kekinian.

Andi Maksum Dai, Sang Maradika Mamuju jadi figur terakhir yang dimintai pertimbangan sebelum MACOA itu benar-benar dilaunching. Dua Komisioner KPU Mamuju, Ahmad Amran Nur dan Muhammad Rivai pun bertandang ke kediaman Andi Maksum Dai November tahun 2019 yang lalu.

Keduanya berksempatan bertemu dengan Andi Maksum Dai saat itu. 

Berpeci hitam, dengan setelan kemeja berwarna biru plus celana panjang hitam berbahan kain. Begitu cara Raja Mamuju itu menerima kunjungan dua Komisioner KPU Mamuju di ruang tamu kediaman pribadinya di salah satu sudut kota di Mamuju.

Meminta pertimbangan, sekaligus masukan dari Andi Maksum Dai ihwal MACOA sebagai tagline Pilkada, jadi tujuan utama dari kunjungan Ahmad Amran Nur bersama Muhammad Rivai hari itu. Sang Raja Mamuju pun memberi pandangannya.

"Semua yang sifatnya baik, itu ada dalam "MACOA"," ucap Andi Maksum Dai kala itu.

Kepada penyelenggara Pilkada, Andi Maksum Dai juga berpesan untuk senantiasa menjaga integritas serta senantiasa mengedepankan independensinya demi terwujudnya pelaksanaan Pilkada yang benar-benar "MACOA".

"Saya menilai, pelaksanaan Pemilu yang lalu di Mamuju ini sudah sangat baik. Memang tidak ada yang bisa sempurna, tapi paling tidak, Pemilu di Mamuju yang lalu jauh dari yang namanya keributan. Nah, kita tentu berharap, Pilkada nanti juga bisa menyamai atau bahkan jauh lebih baik lagi dari pelaksanaan Pemilu yang lalu," demikian pesan Andi Maksum Dai.

Begitu kabar duka di atas sampai ke telinga Ketua KPU Mamuju, Hamdan Dangkang, ia langsung menuju kediaman Andi Maksum Dai di Perumahan Bumi Permata Hijau, Jalan Sultan Aalauddin, Makassar. 

Hamdan menyempatkan diri berdoa di sisi jenazah sang Raja yang telah terbujur kaku itu.

"Bukan hanya kami saja yang kehilangan, seluruh warga Mamuju pasti kehilangan. Sosok yang selama ini dikenal begitu bersahaja itu kini benar-benar telah pergi," ucap Hamdan Dangkang usai melayat di rumah duka.

Sebagai salah satu warisan Andi Maksum Dai, Hamdan optimis "MACOA" bakal menjadi pengisi utama di seluruh ruang-ruang pelaksanaan tahapan Pilkada tahun ini. Seperti pesan Andi Maksum Dai sebelum memberi restu atas penggunaan tagline Pilkada Mamuju tahun 2020.

"Selamat jalan Raja Mamuju. Pesan mu untuk pelaksanaan Pilkada Mamuju yang MACOA Insya Allah akan kami wujudkan," tutup Hamdan Dangkang. (*/Naf)