Mutasi di Tengah Pandemi, DPRD: Bantu Gubernur Wujudkan Visi Misinya !

Wacana.info
Foto/Facebook-Pemprov Sulbar

MAMUJU--Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar memimpin jalannya pelantikan dan pengambilan sumpah dan janji terhadap 15 pejabat eselon II di auditorium kantor Gubernur Sulawesi Barat, Senin (27/07). Gerbong mutasi di lingkungan pemerintah provinsi Sulawesi Barat itu bergerak di tengah pandemi virus corona yang belum juga mereda.

Sejumlah pejabat yang selama ini menduduki posisi strategis digeser menjadi asisten. Ada pula jabatan yang diisi oleh seorang pelaksana tugas.

Junda Maulana yang selama ini mengisi jabatan Kepala Bappeda dimutasi menjadi Aisten II bidang perekonomian dan Pembangunan. Posisi yang ditinggal Junda tersebut belakangan diisi oleh Khaeruddin Anas; pria yang sebelumnya menjabat Kadis Perhubungan.

Dinas Perhubungan saat ini dijabat Maddareski Salatin yang sebelumnya menjabat Kadis Tenaga Kerja Daerah. Jabatannya yang ditinggalkannya itu diisi oleh H Bahtiar HS yang sebelumnya menjabat Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

Sementara Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, H Arifudddin dimutasi menjadi Asisten III Sekertariat Daerah. Jabatan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan masih kosong dan akan diisi oleh pelaksana tugas.

Berikut daftar nama pejabat eselon II yang baru saja dilantik:

1. DR. Junda Maulana M.Si
(Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Barat)

2. Drs. H. Arifuddin, M.Pd
(Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Barat)

3. Hj. Darmawati, S.Pi. MM.
(Staf ahli bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia)

4. Mohammad Ali Chandra SE, M.Si 
(Staf ahli bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik)

5. Ir. H. Fakhruddin. HD 
(Staf ahli bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan)

6. Hj. Djamila, SH, MH 
(Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Daerah Provinsi Sulawesi Barat)

7. Drs. Maddareski Salatin, M.Si (Kepala Dinas Perhubungan Daerah Provinsi Sulawesi Barat)

8. Ir. H. Hamzah S., MMA 
(Kepala Dinas Kehutanan Daerah Provinsi Sulawesi Barat)

9. Drs.H. Muhammad Rahmat MM 
(Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Daerah Provinsi Sulawesi Barat)

10. H. Bahtiar HS, SE, MH 
(Kepala Dinas Tenaga Kerja Daerah Provinsi Sulawesi Barat)

11. H. Ibrahim, S.Pd, M.Si 
(Kepala Dinas Transmigrasi Daerah Provinsi Sulawesi Barat)

12. Drs. H. Khaeruddin Anas M.Si 
(Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Sulawesi Barat)

13. Drs. H. Herdin Ismail, MM (Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah Provinsi Sulawesi Barat)

14. Bujaeramy Hassan, SH 
(Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Barat)

15. H. Masriadi Nadi Atjo SE, M.Si 
(Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan).

Ali Baal Masdar dalam sambutannya menjelaskan, mutasi tersebut merupakan upaya untuk menguatkan organisasi dan peningkatan kapasitas kelembagaan. Juga bagian dari pola pembinaan karier ASN yang tidak sekedar untuk penyegaran struktural.

"Lebih dari itu, sebagai upaya meningkatkan kinerja penyelenggara tugas pelayanan agar tetap berjalan baik, utamanya dalam mempercepat pencapaian sarana program, lebih khusus lagi pencapaian visi dan misi Gubernur dalam RPJMD," kata Ali Baal.

Dikatakan selain rotasi, pelantikan pejabatan eselon II hari ini juga dalam rangka pengisian jabatan yang kosong selama ini setelah melalui rangkaian uji kompetensi berdasarkan PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang manajemen PNS sebagaimana telah diubah dalam PP Nomor 17 Tahun 2020.

"Laksanakan amanah atau tugas sebagai dengan baik yang dipercayakan kepada sausara-saudara," demikian Ali Baal Masdar.

Bantu Gubernur Wujudkan Visi Misinya

Ketua DPRD Sulawesi Barat, Suraidah Suhardi meminta para pejabat eselon II yang baru saja dilantik itu untuk memberikan Kinerja yang maksimal. Mereka, kata Suraidah, wajib untuk mengerahkan segala daya dan upayanya dalam membantu Gubernur mewujudkan visi dan misinya.

"Agar segera membuktikan kinerjanya membantu Pak Gub dengan merespon cepat program-program dari Gubernur. Yang juga penting adalah bagaimana agar serapan anggaran bisa dimaksimalkamn, jangan lagi ada silpa," ucap Suraidah kepada WACANA.Info.

Suraidah pun meminta kepada mereka yang baru dilantik itu agar dengan segera merealisasikan target-target yang dibebankan kepada masing-masing OPD. Baik itu realisasi anggaran maupun PAD.

"Realisasi masing-masing OPD itu agar bisa diselesaikan. Kemudian tetap menjaga sinergitas bersama lembaga DPRD," pungkas Suraidah Suhardi.

Setali tiga uang, ketua Komisi I DPRD Sulawesi Barat, Syamsul Samad menilai, penyegaran mesin birokrasi lewat mutasi jabatan itu merupakan salah satu cara eksekutif dalam meningkatkan kualitas Kinerja di masing-masing birokrasi.

"Apapalagi di sisa masa jabatan Ali Baal bersama Enny Anggraeni, saya kira ini adalah bentuk penyegaran tatanan birokrasi. Kami tentu berharap, tujuan mulia dari mutasi ini benar-benar bisa diwujudkan. Semoga roda pemerintahan selanjutnya buisa bisa berjalan lebih efektif lagi. Utamanya dalam menyelesaikan sisa pemerintahan ABM-Enny sesuai dalam mencapai cita cita yang tertuang dalam visi dan misinya," uraintya Syamsul Samad.

"Kepada merela yang baru ini agar bisa dengan cepat menyesuaikan diri. Agar tugas penting di posisinya masing-masing bisa terlaksana dengan baik," simpul Syamsul Samad. (*/Naf)