Evaluasi SNVT Penyediaan Perumahan; Jangan Ulangi Kesalahan yang Sama

Wacana.info
Rakor Monev SNVT Satker Penyediaan Perumahan Sulbar. (Foto/Manaf Harmay)

MAMUJU--Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan provinsi Sulawesi Barat menggelar Rakor internal di d'Maleo hotel Mamuju, Selasa (10/12). Pertemuan tersebut melibatkan semua pihak yang terlibat langsung pada pelaksanaan setiap program kerja yang dilakukan di SNVT Penyediaan Perumahan provinsi Sulawesi Barat.

Monitoring dan Evaluasi program kerja jadi isu utama pada pertemuan yang dihadiri puluhan tamu undangan tersebut. Banyak yang sudah selesai, meski terdapat beberapa item kegiatan yang baru bisa direalisasikan tahun 2020 mendatang.

Kepala SNVT Penyediaan Perumahan Sulawesi Barat, Iskandar Ismail yang memimpin jalannya pertemuan meminta semua pihak untuk mengambil banyak pelajaran pada setiap program kerja tahun 2019. Itu penting demi jalannya program kerja tahun 2020 yang jauh lebih baik lagi.

"Kendala di Sulbar pastilah ada. Banyak faktor yang menghambat kegiatan kita. Kita harus mempelajarinya dan mengeleminir. Jangan mengulang kesalahan-kesalahan yang sama untuk tahun yang akan datang," papar Iskandar Ismail.

Terhadap beberapa program yang masih harus diselesaikan di tahun 2019 ini, Iskandar meminta semua pihak untuk lebih maksimal lagi dalam proses penyelesaiannya. Disamping senantiasa berharap ridho dari Tuhan Yang Maha Esa pada setiap aktivitas tersebut.

"Kita berharap, kita bisa menyelesaikan dengan baik setiap kegiatan kita di akhir tahun, sembari tetap berhatap ridho Allah kepada kita semua. Kita berharap di sisa waktu ini kita maksimal bekerja dan di tahun 2020 kita bisa bekerja lebih baik lagi," harapnya.

Pada pertemuan tersebut, secara bergantian dipaparkan progres kegiatan berikut kendala yang ditemui di dua pilar utama pada SNVT Satker Penyediaan Perumahan Sulawesi Barat. Masing-masing dari rumah swadaya dan Rusun (Rumah Susun) dan Rumah Khusus (Rusus).

Untuk Rusun, Iskandar meminta agar setiap keperluan tentang program revitalisasi Rusun untuk segera dilengkapi. 

"Rusun bisa diperbaiki setiap komponen-komponennya untuk diserahkan kepada user. Rusun itu harus sudah diserahkan kepada pengelola masing-masing. Ini tentu menjadi beban kita. Kita berharap, Rusun itu kendalanya apa untuk kita lakukan perbaikan agar secepatnya bisa diserahkan ke pengelola masing-masing," ujarnya.

Khusus untuk program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang melekat di rumah swadaya, Iskandar mewanti-wanti proses pengerjaan rumah yang belum dapat diselesaikan hingga tenggat waktu yang telah ditentukan. Menurutnya, penting bagi setiap penerima bantuan untuk menandatangani surat pernyataan, selama semua kebutuhan materialnya sudah dipenuhi.

"Supaya kita terlepas dari segala macam hal yang tidak diinginkan. Jadi mereka sendiri yang bertanggung jawab, sepanjang materialnya sudah terdistribusi semua," tutup Iskandar Ismail. (Naf/B)